Palak Mobil Kapolsek, Begini Nasib Tiga Orang Pemalak Setelah Diciduk

foto/depe.

Palembang- Gara-gara memalak mobil yang dikendarai Kapolsek Kertapati Palembang AKP I Putu Suryawan. Tiga orang pemalak yakni Firdaus, Zulkifli, dan Acip Supriadi ditangkap Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kertapati Palembang.

Ketiganya ditangkap di Jalan Nilakandi, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati Palembang, Selasa (27/2) sekitar pukul 22.00. Selain mereka, aparat kepolisian mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp50 ribu.

Berita Sejenis

Malak Bawa Samurai, Angga Diringkus Polisi

Saat Memalak Sopir Rian Diciduk Polisi

1 daripada 3

“Jadi, ketika saya melintas di tempat kejadian perkara (TKP). Mungkin pelaku tidak mengetahuinya, mereka sempat meminta uang kepada saya,” jelas Kapolsek ketika dimintai konfirmasi, Rabu (28/2) siang.

Mendapati hal itu, lanjutnya, ia bersama anggotanya langsung melakukan penangkapan. “Sempat terjadi aksi kejar-kejaran. Namun berkat kesigapan anggota kita, mereka berhasil diamankan dan digelandang ke Mapolsek,” jelas Kapolsek.

I Putu mengatakan, modus para pelaku dengan berpura-pura mengatur kendaraan yang akan melintas di bawah Jembatan Flyover Keramasan. “Apabila tidak dikasih uang, maka kendaraan yang melintas akan dilempar dan dikejar,” jelasnya.

Ditambah lagi, akibat perbuatan mereka sempat terjadi kemacetan di lokasi. “Selain mereka bertiga, kita amankan barang bukti uang pecahan dua ribu dengan nilai kurang lebih Rp60 ribu,” jelasnya.

Untuk ketiga pemalak yang diamankan ini, akan dilakukan pendataan dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan mereka. “Setelah lakukan pendataan dan membina, akan kita kembalikan kepada pihak keluarganya,” jelas I Putu.

Sementara itu, Firdaus mengatakan dirinya tidak mengetahui mobil yang dipintanya uang merupakan kendaraan milik Kapolsek Kertapati. “Saya tidak tahu kalau mobil Kapolsek. Awalnya dia (Kapolsek) bertanya, lalu turun dan menangkap kami,” jelasnya.

Ia membantah dikatakan sebagai pemalak. Menurutnya disana hanya mengatur kendaraan yang akan melintas. “Kami bukan pemalak Pak. Kami hanya mengatur kendaraan yang melintas dan kami juga tidak memaksa minta uang,” tutupnya. korankito.com/depe.

AN