Blusukan Di Pasar Inpres Lubuklinggau. Cagub Herman Deru Lakukan Ini!

Cagub Herman Deru saat blusukan di Pasar Inpres Lubuklinggau Rabu (28/2). Foto/dhia

LUBUKLINGGAU-Kota Lubuklinggau dari segi pembangunan dinilai calon Gubernur Sumsel, Herman Deru sudah bisa sejajar dengan kota-kota besar lain.  Ini terlihat dari banyaknya investor yang masuk ke Lubuklinggau untuk berinvestasi.  Hal ini disampaikan Deru saat blusukan di pasar Inpres Lubuklinggau, Rabu (28/2).

“Kalau dari segi pembangunan Lubuklinggau sudah banyak berubah bahkan jauh lebih maju.  Hanya tinggal bagaimana penaataanya saja, agar kesan semrawut tidak lagi melekat,” jelasnya.

Deru menambahkan pemerintah daerah punya peran besar dalam pembangunan namun menerapkan pola penataan dan pemeliharan kepada msyarakat juga harus berjalan.  Contohnya bila pasar itu becek dan kotor pemda tidak hanya membangun saluran air namun peran pedagang dan pembeli untuk tetap berkomitmen menjaga kebersihan juga penting.

“Selain pembangunan yang merata saya lihat juga tadi banyak warga yang berbelanja menggunakan aplikasi mobile, ini bentuk kemajuan layaknya transaksi jual beli dikota-kota besar,” tambahnya.

Saat blusukannya Deru bercengkrama dengan pedagang dan pembeli di pasar inpres, dengan maksud mendengarkan dan menampung aspirasi masyarakat.

Herman Deru mengatakan kalau kedatangannya ke Lubuklinggau dengan harapan dapat lebih dekat dengan masyarakat Lubuklinggau, dan dapat menampung serta memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat.

“Ada 2 kesimpulan yang saya serap dari dialog saya dengan masyarakat, yang pertama persoalan kenyamanan dan tata kelola pasar, yang ke 2 untuk meramaikan pasar maka perlu ditingkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Deru memaparkan 2 program yang ia janjikan yaitu menata pasar dan menciptakan kenyamanan serta kerapian pasar, dan yang satunya ia berencana akan membangun pabrik ban, karena harga komoditi karet saat ini terjun bebas.

“Dibangun pabrik ban agar harga karet dapat kita naikan lagi, mengingat selama ini kita masih tergantung pasar luar negeri akan harga karet ini, makanya perlu ada pabrik sendiri, agar pemasaran karet lebih tinggi harganya, karena tidak dalam bentuk mentah lagi melainkan sudah dalam bentuk produk ban,” terangnya. (korankito.com/dhia/mbam)