Menara Kembar Masjid As Sallam Lubuklinggau Akan Dibuka Untuk Umum

Foto/dhia.

Lubuklinggau- Bangunan menara kembar masjid Agung As Sallam Kota Lubuklinggau terkenal dengan eksotismenya yang membius pengunjung bila dapat menaiki menara setinggi kurang lebih 50 meter tersebut.

Mengapa tidak karena dari atas ketinggian 50 M pengunjung dapat menikmati keindahan kota Lubuklinggau dari ketinggian, termasuk pemandangan bukit sulap yang terkenal di bumi silampari.

Salah satu icon wisata ini akan dimanfaatkan menjadi sumber-sumber PAD bagi Kota berslogan Sebiduk Semare.

Pejabat sementara (Pjs) Walikota Lubuklinggau, Riki Junaidi mengatakan pihaknya berencana akan mengkomersilkan menara kembar masjid Agung As Sallam menjadi salah satu destinasi wisata religi di Lubuklinggau. Selama ini menara kembar belum dibuka untuk umum, melainkan hanya digunakan untuk tamu penting yang datang berkunjung  ke Lubuklinggau.

“Sebagai upaya untuk menambah sektor pendapatan asli daerah (PAD) selain bentuk promosi untuk menikmati keindahan kota Lubuklinggau,” terangnya. Seusai meninjau langsung masjid agung, sehabis sholat jum’at (23/2).

Lanjutnya mengenai segala persiapannya akan dibahas lebih lanjut dengan dinas terkait, guna mempersiapkan apa yang akan disiapkan.

“Untuk dikomersilkan secara umum, maka pengamanan dan kenyamanan harus kita utamakan, agar para pengunjung dapat merasa aman dan nyaman, itu juga sebagai citra kita. Agar terkesan tidak memaksakan, makanya seluruh aspeknya harus dipersiapkan terlebih dahulu,” jelasnya.

Riki menambahkan sebelumnya inclinator bukit sulap telah dikomersilkan untuk umum, dan menjadi salah satu sektor PAD, meskipun belum maksimal.

“Mengenai tarifnya akan kita bahas lebih lanjut, berapa tarif yang sesuai dengan kemampuan masyarakat. Jangan pula memberatkan masyarakat,” tutupnya. Korankito.com/dhia/depe.