Dua Begal Sadis Ditangkap Saat Teler di Orgen

foto/cr2.

Palembang- Gali (28) dan Feri (29), dua tersangka begal yang dikenal cukup sadis ini ditangkap Unit Reskrim Polsek SU II Palembang saat tengah teler di sebuah acara orgen tunggal tak jauh dari kediamannya.

Bahkan, kedua lelaki yang tinggal di Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumsel ini terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kedua kakinya masing-masing.

Berita Sejenis
1 daripada 49

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono didampingi Kapolsek SU II Kompol Okto mengatakan penangkapan para pelaku berawal pihaknya menerima informasi masyarakat terkait keberadaan mereka.

Menindaklanjuti itu, angota Reskrim Polsek SU II Palembang pimpinan Kanit Ipda Novel mendatangi lokasi yang dimaksud untuk melakukan pengintaian. Melihat keduanya ada, pihak kepolisian pun langsung menangkapnya.

“Mereka kifa bekuk saat sedang mabuk di sebuah acara orgen tunggal. Setelah berhasil kita tangkap, keduanya dimasukan ke dalam mobil untuk dibawa ke Mapolsek SU II,” kata Kapolres dalam gelar perkara, Jum’at (23/2).

Hanya saja dalam perjalanan menuju Polsek SU II Palembang, kedua tersangka berupaya melarikan diri dengan cara terjun dari mobil. “Kita tidak mau ambil resiko, sehingga keduanya diberikan tindak tegas,” jelasnya.

Modus yang digunakan pelaku, dengan cara meminta korban untuk menepi seraya menodongkan pisau. “Mereka mengancam akan menembak apabila melawan. Merasa takut, korban menyerahkan motor,” cetusnya.

Wahyu mengungkapkan, kedua tersangka sudah puluhan kali melancarkan aksi begal motor. “Mereka sering beraksi di kawasan SU I dan SU II Palembang. Kebanyakan motor matic dan dijualkan di kawasan Mariana,” katanya.

Selain kedua tersangka, lanjut Wahyu, pihaknya mengamankan kunci latter T, pasir, pisau dan sepeda motor korban. “Akan kita kenakan Pasal 365 KUHP. Kita masih mengajar rekan tersangka yang buron,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Gali mengatakan setiap beraksi selalu mengincar korban yang menggunakan motor matic. “Setelah ketemu langsung kami todongkan senpi dan minta dia untuk menyerahkan motornya,” ucapnya.

Setelah berhasil, mereka pun membawa motor hasil begal ke kawasan Mariana. “Langsung kami jualkan kepada penadah, biasanya Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Uangny kami gunKan untuk senang-senang,” pungkasnya. Korankito.com/cr2/depe.

AN