Bisa Dipercaya

Tessa Kaunang Menjerit-jerit di Ruang Sidang. Ini Penyebabnya!

Tessa Kaunang. Foto/dok

Tessa Kaunang tak bisa menahan emosi di ruang sidang. Ia menjerit-jerit beradu argumen dengan Sandy Tumiwa, mantan suaminya.

Pertemuan panas itu terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, saat sidang gugatan hak asuh anak digelar. Apa yang membuat Tessa emosi sampai menjerit-jerit?

“Ya pokoknya apa yang jadi kemauan saya dan Sandy nggak sesuai saja. Nggak bisa dapat jalan terang, nggak bisa dapat titik temu karena memang ya saya sih pribadi melihat bahwa apa yang pihak Sandy inginkan itu hal-hal yang seharusnya tidak usah jadi perdebatan lagi, salah satunya adalah urusan saya sama pasangan saya, yang dia bawa untuk salah satu penyebab kenapa hak asuh anak ini masuk ke dalam sidang,” ungkap Tessa pasca persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (22/2).

Dan yang membuat janda dua anak ini semakin emosi adalah sikap Sandy yang selalu memotong pembicaraan Tessa di hadapan Majelis Hakim. Saat Tessa mencoba menjelaskan beberapa faktor yang mantan suaminya tudingkan, Sandy malah menyanggah.

“Ya bukan jerit-jerit kenapa sih, itu cuma emosi saja. Ada perdebatan saja sih, karena kalau tadi itu pihak mediator memberikan kesempatan bicara. Pertama yang diberikan kesempatan itu Sandy, pada saat dia bicara saya diam, pada saat saya bicara diselak mulu, jadi terbangun-lah emosi saya. Karena saya itu lagi mgejelasin diselak mulu sama dia,” paparnya.

Karena suasana panas dan perdebatan semakin sengit, maka Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menskors sidang. Kuasa hukum Sandy dan Tessa sepakat untuk menenangkan klien masing-masing.

“Ya sidang tadi saya minta skors waktu, diundur setidaknya sampai minggu depan. Karena persidangan tadi kelihatannya setelah dilakukan mediasi antara Tessa dengan Sandy, nggak ketemu juga. Saling bertahan pada prinsipnya masing-masing. Tessa nggak senang digerebek, Sandy juga tidak mau Tessa bawa cowok ke rumahnya karena akan mempengaruhi moral dan psikologis anaknya. Jadi sama-sama pada prinsipnya,” kata kuasa hukum Sandy, Muhammad Firdaus.

“Kalau mereka terus-menerus berseteru, akhirnya memengaruhi anaknya juga. Yang tadinya tujuannya Sandy ingin memperbaiki moral dan mental anaknya, karena perseteruan yang terus menerus akhirnya nanti tidak baik,” tandas Firdaus. O tri