Angkat Jaring, Kakek 71 Tahun Tewas Tenggelam

foto/depe.

Palembang- Juani alias Doyok, kakek berusia 71 tahun tewas setelah tenggelam saat mengangkat jaring di perairan Sungai Ogan, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Selasa (20/2) sekitar pukul 07.00.

Setelah dicari selama enam jam, Tim Basarnas Kota Palembang akhirnya menemukan jasad Doyok. Kemudian, dibawa ke rumah duka di Jalan Aiptu Wahab, Lorong Pukat, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan SU I Palembang.

Berita Sejenis
1 daripada 8

Menurut keterangan warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP) Abah Toyib. Kejadian yang menimpa korban bermula saat ia hendak mengangkat jaring pukat yang dipasangnya di perairan Sungai Ogan.

“Ketika sedang mengangkat jaring, dia (korban) terpeleset dari keteknya lalu kecebur ke dalam sungai dengan posisi kepala terlebih dahulu,” ujar Abah sapaan akrabnya saat ditemui di lokasi.

Abah mengungkapkan, korban bukanlah nelayan yang sering mencari ikan di lokasi. “Dia itu juru mudi ketek, yang biasa mengantar penumpang di sini. Mencari ikan hanya selingan saja bagi dia,” tambahnya.

Pantauan Koran Kito di lokasi, isak tangis keluarga korban pecah saat Doyok ditemukan sudah terbujur kaku dari dasar sungai. Jasadnya pun langsung dibawa oleh warga sekitar untuk disemayamkan di rumah duka.

Istri korban Azizah mengatakan, tak menyangka saat Doyok berpamitan mencari ikan menjadi pertemuan terakhirnya dengan korban. “Saya sempat melarangnya untuk mencari ikan, karena masih banyak,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan sebelum mencari ikan. Suaminya sempat mengantar penumpang yang hendak menyeberang. “Setelah mengantarkan penumpang itu, dia langsung memasang jaringnya,” kata Azizah.

Masih dikatakan Azizah, saat korban terpeleset dari atas keteknya. Warga sekitar yang melihat kejadian itu, berupaya menolong Doyok. “Warga yang sedang berada di kapal mencoba menolongnya, tapi tidak berhasil,” tutupnya. Korankito.com/depe.

AN