Deklarasi Kampanye Damai, Hanya 1 Pasangan Cagub-Cawagub Sumsel Datang Berpasangan. Siapa Ya?

Kolase korankito.com

Palembang- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Minggu (18/02), melangsungkan Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Serentak Tahun 2018 untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumsel. Deklarasi tersebut dihadiri langsung Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Kapolda Provinsi Sumsel Irjen Pol. Drs. Zulkarnain Adinegara, dan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI AM. Putranto, S.Sos di Kantor KPU Provinsi Sumsel.

Tidak hanya dihadiri petinggi daerah, tokoh agama, dan masyarakat, deklarasi kampanye damai untuk ajang pesta demokrasi rakyat Juni mendatang ini turut dihadiri para kandidat Calon Gubernur (Cagub) dan Cawagub Sumsel.

Yang cukup memprihatinkan adalah kenyataan bahwa Dari empat pasangan calon yang bertarung, hanya pasangan nomor urut 4 Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas yang sama-sama menghadiri acara itu.

Sementara, calon lain hanya diwakili oleh cagub atau cawagub. Seperti pasangan calon nomor urut 1, yang hanya dihadiri cagub Herman Deru. Calon nomor urut 2 diwakili oleh cawagub Irwansyah, dan nomor urut 3 hanya diikuti cagub Ishak Mekki.

Deklarasi kampanye damai tersebut juga nampak sepi. Masing-masing pendukung pasangan calon banyak yang tidak hadir dalam acara tersebut.

Berita Sejenis
1 daripada 3.838

Menanggapi keadaan ini Ketua KPU Provinsi Sumsel Ashapani menuturkan, Deklarasi kampanye damai ini seharusnya diikuti oleh semua Pasangan calon peserta pilgub.  Hanya saja, dia menyayangkan deklarasi ini tidak dihadiri seluruh paslon.

“Padahal, acara ini bersifat wajib karena menyangkut komitmen paslon untuk melaksanakan kesepakatan. Kalau wajib hukumnya, ya wajib. Kami undang seluruh paslon dan tim kampanye. Tapi ada kabar ada calon yang lagi umrah, atau ada halangan lain,” ungkap Aspahani didepan awak media.

“Dalam pilkada ini tetap seperti yang kemarin ya, masih menggunakan surat suara. kegiatan kampanye damai ini memang fokus pada kampanye nya, karena pilkada damai masih terlalu umum, di dalam kampanye damai ini kita menginginkan hal-hal yang terkait dengan berita-berita hoax dan juga politik uang. Kami tekankan jangan sampai terjadi. Karena, kita tidak ingin pesta demokrasi rakyat lima tahun sekali ini rusak gara-gara hal-hal demikian, yang rugi kan kita semua,” ungkapnya

“Kalau nanti dicederai oleh hal-hal yang sifatnya saling menghina dan memancing keributan tentu kita ingin antisipasi dengan pendekatan menandatangani deklarasi. Pilkada ini menuju instrumen kekuasaan yang pada akhirnya dirasakan rakyat. Jangan sampai pilkada ini merusak tatanan yang sudah ada dan sudah baik ini,” pungkasnya. (korankito.com/mbam)