SFC Berhasil Rebut Posisi Tiga, ini kata RD!

Pelatih SFC Rahmad Dharmanwan, Muhammadou N’diaye, dan Manajer Ucok Hidayat. Foto/dok

Jakarta- Sriwijaya FC berhasil membantai  PSMS Medan dengan skor telak 4-0, pada partai final Piala Presiden, yang di helat di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (17/2) sore.

Empat gol yang tercipta dari SFC di persembahkan oleh empat punggawa andalan laskar wong kito yakni Muhammadou N’diaye dimenit ke 45, Hamka Hamzah di menit ke 53, Patrich Wanggai menit ke 73 dan Esteban Viscarra tiga menit sebelum pertandingan usai.

Dengan raihan kemenangan ini Sriwijaya FC berhasil merebut posisi tiga besar sekaligus mempertahankan record positif dari laga melawan PSMS medan yang pada laga sebelumnya anak asuhan Djajang Nurjaman itu di tekuk SFC dengan skor 2-0 di babak penyisihan grup A.

Mengenai kemenangan ini, Pelatih SFC Rahmad Darmawan mengucapkan selamat kepada timnya yang sudah berusaha keras untuk memenangkan pertandingan.

“Hari ini mengawali permainan dengan tempo lambat karena menyadari masa recovery kurang dibandingkan PSMS Medan. terlihat beberapa pemain tidak berada dalam performa yang diharaokan, jadi untuj mengatasi permasalahan ini kita lakukan rotasi, lima pemain yang baru jadi starter, tapi upaya ini belum mampu merubah cara bermain seperti biasa, namun sekali lagi saya ucapkan kepada semua pemain yang telah mengerahkan segala kemampuan untuk pertandingan ini,”ucap RD Sabtu (17/2).

Diakuinya meskipun saat ini timnya hanya mampu menduduki posisi tiga besar, namun arsitek asal lampung ini merasa puas dengan penampilan anak asuhnya itu. Apalagi melihat dari statistik selama berlaga di Piala Presiden, tim peraih gelar double winner ini mampu melesakkan 9 Gol dan hanya kecolongan 3 gol.

“hasil dari piala presiden merupakan bagian dari persiapan, ada beberapa kepuasan karena selama 7 pertandingan kita hanya kemasukan tiga gol, namun kepuasannya dalam penerapan transisi harus lebih efektif lagi, kareba di lihat dari pertandingan sebelumnya banyak peluang gol yang belum bisa kita manfaatkan seperti saat melawan Bali kemarin”lanjutnya

Sementara pelatih PSMS Medan Djajang Nurjaman mengaku faktor kekalahan anak asuhnya itu karena minimnya jam terbang yang dilakukan M.Robby dkk, mengingat PSMS Sendiri merupakan klub baru yang mendapatkan kesempatan untuk di promosikan pada Piala Presiden, kendati begitu dengan kekalahan ini Djanur (sapaan akrabnya) tetap memuji penampilan anak asuhnya itu, karena ia akui tak mudah berjuang hingga mencapai posisi tiga besar bersanding dengan tim besar seperti SFC dan Persija Jakarta.

“kami ucapkan selamat untuk SFC yang telah memenangkan pertandingan ini, kami kalah pengalaman dan kalah materi hanya mampu memberi perlawanan di babak awal, namun bagaimana pun hasilnya akan dipergunakan sebagai bahan evaluasi, hasil ini lumayan bagus bagi kami bisa perebutan juara tiga,”tandasnya(korankito.com/nisa/mbam)