Antar Penumpang, Sopir Taksol Tak Kunjung Pulang ke Rumah

foto/depe.

Palembang- Tri Widyantoro (44), warga Jalan Letnan Murod, Lorong Sakura, RT 17, RW 06, Kelurahan Srijaya, Kecamatan Sukarami Palembang tak kunjung pulang ke rumah sejak beberapa hari yang lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun. Sebelum menghilang, pria yang keseharian sebagai sopir taksi online (taksol) itu berpamitan dengan istrinya Rohana (43) mengantarkan penumpang, Kamis (15/2) sekitar pukul 14.00.

Berita Sejenis
1 daripada 3

Ketika itu, Tri yang memiliki ciri-ciri berambut ikal pendek itu mendapatkan pesanan dari seseorang berinisal AS yang minta dijemput di Jalan Kapten Anwar Arsyad, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan IB I Palembang.

Dan, minta diantarkan ke kawasan Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Menggunakan kendaraan roda empat Dahatsu Xenia dengan nopol BG 1352 RP, Tri mengantarkan AS ke alamat yang dituju.

Hanya saja, meski orderan sudah diselesaikan bapak tiga anak itu tidak kunjung pulang ke rumah dan tidak ada kabar beritanya. Sehingga, keluarga Tri mendatangi Mapolresta Palembang untuk melaporkan kehilangan Tri.

“Terakhir dia pamitan dengan saya, katanya mendapatkan orderan yang minta diantar ke kawasan Kenten Laut,” ucap istri korban Rohana saat ditemui di kediamannya, Sabtu (17/2) sekitar pukul 14.00.

Rohana menyebutkan, setelah kepergian itu suaminya tidak pulang. Bahkan, saat menghubungi nomor ponselnya sudah tidak aktif lagi. “Sempat tanya ke rekan-rekan dia, tapi tidak ada yang tahu,” tutur Rohana.

Rohana mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. Oleh karena itu, dirinya berharap pihak berwajib dapat segera menemukan suaminya. “Bagi yang melihatnya, untuk segera menghubungi kami,” jelasnya.

Masih dikatakannya, Tri suaminya bergabung dengan taksi online sejak Juni 2017 kemari. “Kami khawatir, takut terjadi apa-apa dengannya. Semoga saja suami saya cepat ditemukan oleh polisi,” ucap Rohana.

Sementara itu, Rian rekan seprofesi korban membenarkan Tri menghilang sejak dua hari yang lalu. “Indikasinya belum diketahui, kami bersama pihak kepolisian masih melakukan pencarian terhadap dia,” kata Rian.

Rian mengatakan, titik GPS ponsel korban terakhir berada di Jembatan Lima, Desa Teluk Bayung, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin. “Kita berharap, Tri tidak segera ditemukan dan tidak terjadi apa-apa,” tutupnya. Korankito.com/cr3/depe.