Akhirnya! Denada Seret Hater ke Polda Metro Jaya

Denana. Foto/dok

Denada ambil langkah hukum. Ia seret hater yang membully anaknya ke Polda Metro Jaya. Didampingi pemgacara, Minola Sebayang, laporan Denada diterima oleh pihak berwajib dan siap hadapi masalah melalui jalur hukum.

“Kronologi mungin sudah pada tahu ya, salah satu akun Instagram dengan inisial LZ itu memposting komentar di akun Instagram saya. Di salah satu postingan repost video saya, dia memposting komentar yang kalimatnya, sebenarnya kalau itu ditujukan ke saya sendiri secara pribadi, buat saya, saya selalu bilang saya bersosial media sudah cukup lama, saya bisa pilah-pilah mana komentar yang penting dan tidak penting untuk yang ditujukan pada saya, buat saya itu komentar nggak penting. Tapi yang akhirnya membuat saya tergerak adalah saat dia mengusik naluri saya sebagai seorang ibu, disaat dia mengucapkan kalimat, dia mendoakan anak saya diperkosa ramai-ramai. Kita sebagai seorang perempuan kalau kita lihat beria itu di TV, seorang anak diperkosa ramai-ramai, apa rasanya di hati kita? Saya seorang ibu, dan saya seorang ibu tunggal, saya punya anak satu, saya akan melakukan apapun buat anak saya. Saya akan menaruh kepala saya di kaki, kaki saya di kepala kalau perlu untuk memastikan anak saya mendapatkan hidup yang aman, nyaman dan bahagia. Apapun saya lakukan, bilamana saya melihat anak saya dihina, saya melihat anak saya ada orang yang mengancam, buat hidup anak saya tidak aman, selayaknya semua ibu yang ada di dunia ini pasti akan melakukan hal yang sama, nyawa pun akan kita pertaruhkan,” jelasnya usai melapor di Polda Metro Jaya, Rabu (14/2).

Pelaku diancam dengan pasal 23 ayat 3 jo pasal 45 ayat 3, terkait dengan adanya pihak yang mentransmisikan elektronik tanpa hak, berisi penghinaan, pencemaran nama baik dan juga ancaman. Ancaman hukumannya adalah 4 tahun penjara dengan denda Rp 250 juta.

“Media sosial adalah media yang ada aturannya, ada hukumnya, dan memang ada aturan-aturan yang harus kita tahu, itu adalah ruang publik. Jadi dia post suatu kalimat yang menurut saya itu penghinaan. Menurut saya itu adalah sesuatu yang tidak menyenangkan bagi saya dan itu menyangkut anak saya.

Tidak ada seorangpun manusia yang tidak sempurna, saya ini bukan seorang malaikat, saya penuh dosa tapi sebagaimana seorang ibu, seberdosanya saya, disaat ada orang yang mengancam dan menghina anak saya, saya akan maju paling depan, apapun saya terjang, dan ini yang saya lakukan sebagai naluri saya sebaga seorang ibu,” kata Denada.

Walau sudah diberi peringatakan, dilanjutkan dengan upaya hukum, pelaku tak takut. Bukannya minta maaf, pelaku malah menantang balik Denada. Apa komentar Denada ditantang balik pelaku?

“Ya, ya saya baca juga ya. Kalau dia merasa dia itu hebat, dia merasa dia itu kebal hukum, seharusnya tidak harus menghapus akunnya yang dulu. Itu kan? Terang-terangan saja.

Berita Sejenis
1 daripada 3.838

Tapikan ternyata tidak. Dia menghindar, itu menunjukkan kalau dia itu takut. Tapi muncul dengan akun lain tapi pernyataannya adalah ‘kalau emang kamu hebat, coba uber saya’. Yang menguber dia lagi itu bukan Dena, tapi adalah pihak kepolisian yang menerima laporan kami. Kalau misalnya nanti dia ada kata-kata menyindir, menghina dalam proses penegakkan hukum ini, yang dia sindir, yang dia hina bukan lagi kami, bukan lagi Dena, tapi aparat penegak hukum yang sudah

mengambil alih tanggung jawab proses ini. Nah, jadi hati-hati juga dia kalau misalnya tadi dia bilang, ‘kalau berani ayo, datang ke Hong Kong’, ini segala macam, lah ini bukan kami lagi yang berurusan, tapi pihak penyidik kepolisian. Apapun yang dia katakan, dia sudah tidak lagi berhadapan dengan kami, tapi dengan hukum. Dalam hal ini adalah pihak penyidik Kepolisian Polda Metro Jaya, yang sudah menerima laporan kami,” tandas Minola Sebayang. O tri