Rumah Dilempar, Mamat Tikam Tetangga Hingga Tewas

foto/depe.

Palembang- Merasa kesal rumahnya dilempari pecahan genteng oleh korban. Muhammad Suharto alias Mamat (21) menikam tetangganya Didiansyah (36) menggunakan senjata tajam (sajam) hingga korban merenggang nyawa.

Akibat perbuatannya, Mamat diringkus Unit Reskrim Polsek Kertapati Palembang saat berada di kediamannya, Jalan Yusuf Singadekane, Lorong Tembusan, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati Palembang.

Berita Sejenis
1 daripada 41

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadiannya terjadi di belakang kediaman tersangka, Minggu (21/1) sekitar pukul 22.00. Sebelum itu, keduanya terlibat perkelahian karena korban menuduh pelaku mempunyai utang.

Warga yang melihat keduanya adu jotos langsung melerainya. Hanya saja, Didi kembali mendatangi kediaman tersangka untuk menantangnya duel seraya melemparkan pecahan genteng ke rumah Mamat.

Keduanya kembali terlibat perkelahian. Mamat yang telah membawa pisau langsung menusukkannya kearah korban, sehingga Didi tersungkur bersimbah darah dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

“Masalah sepeleh. Dia menuduh saya punya utang dengan tetangga dekat rumah. Saya tegur, dia tidak senang dan kami berkelahi. Tapi, ada warga yang melihat dan memisahkan kami,” katanya, Selasa (12/2) siang.

foto/depe.

Usai dipisahkan warga, lanjut Mamat, ia langsung pulang. Tak lama kemudian, korban datang dan melempari rumahnya dengan batu. “Dia nantang berkelahi lagi. Saya keluar menemuinya dengan membawa pisau,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan mereka kembali saling pukul. “Saya yang sudah bawa pisau langsung menikam korban, hingga dia tersungkur. Kemudian saya lari Pak dan tidak tahu kalau dia meninggal duni. Saya khilaf,”  ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Kertapati Palembang AKP I Putu Suryawan didampingi Kanit Reskrim Ipda Denny mengatakan usai menerima laporan dari keluarga korba, pihaknya langsung mengejar tersangka.

“Usai terima laporan kita, lakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan satu orang tersangka. Untuk motif selisih paham, karena korban menuduh tersangka punya hutang kepada tetangga yang lain,” jelas I Putu.

Kapolsek menambahkan, korban mengalami luka tusuk di bagian lengan dan punggung. “Kita akan kenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana kurungan di 20 tahun penjara. Barang bukti kita amankan baju korban dan pecahan genteng,” pungkasnya. Korankito.com/depe.