Tersinggung, Tiga Pria Tusuk dan Siram ‘Cuka Para’ ke Wanita

Ketiga tersangka pengeroyokan diamankan di Mapolsek Ilir Timur II Palembang. Foto/d

Palembang- Lantaran masalah sepele, tiga orang pria yakni Hendri (38), Hendra (39) warga Jalan Segaran, Lorong Kebangkaan dan Edward (46) warga Talang Karet nekat menganiaya seorang wanita Dewi dengan pisau dan air keras.

Akibatnya mereka harus meringkus di sel tahanan sementara setelah diringkus Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek IT II Palembang di kediaman masing-masing, beberapa waktu yang lalu.

Berita Sejenis
1 daripada 3.937

Kepada petugas kepolisian, Edwar mengatakan nekat melakukan perbuatannya karena kesal. Dimana korban mengeluarkan kata-kata tak pantas, sehingga ketiganya menjadi emosi dan melakukan penganiayaan terhadap Dewi.

“Saya emosi Pak. Karena dia bicara tidak karuan ke kami bertiga. Jadi aku tersinggung, dan gelap mata menganiaya dia,” ujar tersangka saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek IT II Palembang, beberapa hari yang lalu.

Berdasarkan data dihimpun, kejadian itu terjadi di Jalan Slamet Riyadi, Lorong Kebangkaan, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT II Palembang. Dewi harus dilarikan bke rumah saki setelah  mengalami luka tusuk di pinggang dan luka bakar di muka.

Sementara itu, Kapolsek Ilir Timur II Palembang Kompol M Hadi Wijaya melalui Kanit Reskrim Ipda Andrian Novalehzi mengatakan, motif pengeroyokan yang dilakukan oleh ketiga tersangka karena selisih paham.

Dari situlah, ketiganya emosi dan secara bersaman mengeroyok korban menggunankan sajam serta air keras. Sehingga mengalami luka sekujur tubuh dan membuat pengaduan di Mapolsek IT II Palembang.

“Setelah menerima laporan korban, kita lakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan ketiga tersangka. Saat ini mereka sudah diamankan di Mapolsek guna proses hukum lebih lanjut,” kata Kapolsek Hadi.

Selain mereka, polisi juga mengamankan barang bukti sisa air keras, sajam dan rompi anti peluru. “Untuk ketiga tersangka akan kita jerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman kurungan di atas lima tahun penjara,” pungkasnya. Korankito.com/cr3/mbam.

AN