Bisa Dipercaya

Pabrik Miras Oplosan Dibongkar Polisi

foto/cr3.

Palembang- Pabrik minuman keras palsu atau oplosan yang berada di Jalan Tanah Mas, Kelurahan Tanah Emas, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin berhasil dibongkar aparat kepolisian Polda Sumsel. 

Petugas juga mengamankan empat orang tersangka. Tiga diantaranya yakni Mumuh, Irfan dan Ridwando bertindak sebagai pembuat miras oplosan tersebut. Sedangkan Bobi merupakan yang memperkerjakan ketiganya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menerangkan, terbongkarnya home industri miras palsu ini berawal dari pihaknya menerima informasi masyarakat yang mengatakan ada kegiatan mencurigakan di tempat kejadian perkara.

Menindaklanjuti informasi itu, lanjutnya, anggota Ditreskrimsus Polda Sumsel langsung mendatangi lokasi guna melakukan penyelidikan. Benar saja, saat pihaknya melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan tiga orang tersangka.

Lebih lanjut, Kapolda mengatakan hasil interogasi terhadap ketiga tersangka. Pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap Bobi. “Jadi, total tersangka yang kita amankan ada empat orang,” ujar Kapolda ketika di temui di TKP.

Zulkarnain mengungkapkan, miras palsu dibuat dengan cara mencampurkan bahan etanol satu jerigen dengan sepuluh jerigen air mentah. Setelah itu, adonan tersebut dicampur dengan pewarna dan perasa coklat.

“Selanjutnya, miras oplosan ini akan dibawa ke Laboratorium Forensik untuk dilakukan pemeriksaan apakah miras palsu ini berbahaya atau tidak. Tapi sejauh di belum ada korban dari miras palsu ini,” tambahnya.

Masih dikatakan Zulkarnain, home industri itu sudah berjalan September tahun lalu. Dimana, sehari mencapai 10 dus yang berisikan 48 botol miras. Sedangkan, untuk penjualan diedarkan seputaran Sumsel, Palembang, Lubuklinggau Jambi dan Bengkulu.

“Ada tiga Pasal yang dilanggar para pelaku, jadi hukum yang diterima sekitar 20 tahun. Kita masih melakukan pengejaran terhadap pemilik home industri yang berinisial RBF,” tuturnya.

Sementara itu, Bobby membenarkan dirinya bekerja di pabrik miras oplosan tersebut. Ia mengatakan, tugasnya sebagai peracik miras tersebut. Dari tangannya miras itu dimasukkan ke dalam botol oleh Irfan dan disegel oleh Mumuh.

“Belajar dari internet, materialnya disediakan oleh RBE Pak. Kami tidak tahu bahaya atau tidak, karena kami sendiri tidak pernah meminumnya. Sehari bisa produksi 40 dus dengan jumlah 48 botol per duanya. Dijual seharga Rp500 ribu,” katanya.

Di sisi lain, Suwarno ketua rukun tetangga setempat mengatakan, awalnya ia mendengarkan suara mencurigakan dari dalam rumah. Merasa penasaran dengan suara itu, ia mendatanginya dan sempat mengintip ke dalam.

“Saya mendengar suara seperti botol digeser Pak. Jadi saya intip ke dalam, dan saya melihat memang benar (produksi miras palsu). Mendapati hal itu, saya langsung melapor kepihak kepolisian untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. Korankito.com/cr3/depe.

Wari