Bisa Dipercaya

Wow! Demi Sukseskan Program Kuliah Gratis, Sumsel Kucurkan Dana Rp 50 Miliiar

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dalam acara launching Program Kuliah Gratis. 22 Agustus 2015 yang lalu. Foto.dok

Palembang – Program Kuliah Gratis (PKG) yang dicanangkan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin akan terus dilanjutkan. Bahkan, tahun 2018 ini dana yang dikucurkan untuk program tersebut mencapai Rp 50,9 miliar.

Dalam keterangannya sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Nasrun Umar mengatakan PKG ini terus berlanjut setiap tahunnya. Alokasi dana untuk PKG ini juga selalu mengalami peningkatan.

Seperti diketahui pada tahun 2015 alokasi dana PKG ini sebesar Rp 30 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa baru di beberapa perguruan tinggi dan program kemitraan untuk program SMK jadi guru di Universitas Negeri Yogyakarta dan UPI Bandung.

“Lalu, untuk program santri jadi dokter di Universitas Negeri Syarif Hidayattulah dan program beasiswa kemitraan,” kata Nasrun saat ditemui, di Pemprov Sumsel, Selasa (6/2).

Pada 2016, sambung Nasrun, alokasi dana PKG juga meningkat menjadi Rp 40 miliar untuk mahasiswa penerimaan baru dan mahasiswa yang telah berjalan. Sedangkan di 2017 kembali dialokasikan senilai Rp 40 miliar untuk mahasiswa baik itu penerimaan baru maupun yang telah berjalan.

“Nah, untuk tahun ini alokasi dana juga diperuntukkan untuk mahasiswa baru dan mahasiswa yang berjalan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel, Erlina menambahkan, untuk calon mahasiswa yang ingin mendapatkan PKG harus memenuhi persyaratan. Diantaranya, memiliki prestasi 10 besar di sekolah, berasal dari keluarga tak mampu, tidak merokok, bebas narkoba, tak bertato, serta lulus seleksi yang diadakan dari perguruan tinggi.

“Nantinya bagi yang gagal dalam seleksi ini dapat mengikuti kembali tahun berikutnya asal umur ijazah masih berlaku yakni tiga tahun setelah lulus dari SMA,” katanya.

Untuk kuota penerimaan, lanjut Erlina saat ini pihaknya masih merincikan karena harus disesuaikan dengan anggaran yang ada. Nantinya, jika sudah terpilih maka uang yang diberikan diperuntukkan untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Sejauh ini, sudah ada 1.400 orang yang mendapatkan program tersebut. “Mereka ini masih menjalani perkuliahan,” tutupnya.(korankito.com/mbam)