Tak Kapok, Residivis Narkoba Kembali Dibui

foto/dhia.

Lubuklinggau- Meski sudah pernah dipenjara. Yosep (38) warga Jalan Bengawan Solo, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau tak kapok dalam menjalani bisnis haramnya sebagai bandar narkoba jenis sabu.

Kali ini Yosep, dibekuk di kediamannya oleh anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau. Selainnya, turut juga diamankan tiga paket sabu dengan berat 13 gram, dua timbangan, ponsel serta uang tunai Rp155 ribu.

Berita Sejenis
1 daripada 65

Kepala BNN Kota Lubuklinggau AKBP Eddy Nugroho menerangkan tersangka ditangkap bermula laporan masyarakat. “Kita terima laporan dari masyarakat via SMS hotline di ditindak dengan penyelidikan,” katanya, Selasa (6/2) siang.

Usai menerima laporan itu, pihaknya melakukan penyelidikan. “Setelah dinyatakan benar, kita lakukan penggerebekan dan penggeledahan. Hasilnya ditemukan narkoba di dalam laci meja dan saku celana tersangka,” urainya.

Eddy menambah, sabu sebanyak 13 itu telah dipecah  oleh tersangka menjadi tiga paket. Dua paket kecil, sedangkan satunya paket besar dengan berat 10 gram. “Sabu itu berasal dari Lampung, berdasarkan bukti pesanan dan orderan,” jelasnya.

Untuk itu, tersangka Yosep akan dikenakan Pasal 114 KUHP dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara dengan denda satu miliar. “Akan kita kembangkan diduga masih ada pelaku-pelaku lainnya,” tambah Eddy.

Sementara itu, Yosep mengaku ia biasa memesan sabu sebanyak 10 gram dengan harga Rp12 juta.  “Sebulan bisa empat kali. Untung jual biasanya dapat Rp3 juta. Tapi bukan paket besar yang saya jual, melainkan paket kecil,” kata residivis kasus narkoba ini. Korankito.com/dhia/depe.