Bisa Dipercaya

Massa Minta Hitung Ulang, Polres Lubuklinggau Mencekam

foto/dhia.

Lubuklinggau- Halaman depan lingkungan kantor Mapolres Lubuklinggau yang biasa dijadikan tempat pelaksanaan apel atau kegiatan upacara, Rabu (7/2) berubah menjadi ramai dan mencekam.

Hal itu dikarenakan adanya sekolompok massa dari salah satu pasangan calon Walikota Lubuklinggau tidak terima kekalahan paslon yang diusung serta menuntut untuk dilakukan penghitungan ulang.

Berita Sejenis
1 daripada 12

Upaya mediasi yang dilakukan anggota polisi yang berjaga di lokasi gagal. Sehingga, terjadinya aksi saling pukul antara petugas kepolisian dengan massa yang memadati lokasi.

Aksi massa di Mapolres Lubuklinggau itu merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan latihan gladi kotor simulasi Pengamanan Pelaksanaan Pilkada.

Latihan gladi kotor itu melibatkan anggota Polres Lubuklinggau, Brimob dan personel TNI dari Kodim 0406 Mura, Lubuklinggau dan Muratara.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar melalui Kabag Ops AKP Ermi menjelaskan pelaksanaan latihan gladi kotor dilaksanakan dari tahapan pengamanan lokasi TPS oleh anggota bersama Linmas hingga pelaksanaan berujung dengan aksi tuntutan sejumlah massa yang tidak terima dengan hasil penghitungan suara.

“Ini hanya latihan, agar personel ada gambaran dan tahu cara pelaksanaan dilapangan sesuai tupoksi masing-masing,” bebernya.

Meksi begitu, pihaknya berharap pelaksanaan Pilkada di Lubuklinggau nantinya dapat berjalan sesuai dengan harapan.

“Intinya dalam gladi kotor ini ada tahapan-tahapan penanganan yang dilaksanakan. Dan tadi disampaikan dalam latihan kepada massa yang mengatakan silahkan sampaikan aspirasi dengan tertib, jangan anarkis”,” pungkasnya. Korankito.com/dhia/depe.

Wari