Demo, Puluhan Warga Tuntut Hak Masyarakat Lingkar Tambang dan Aliran Sungai Rupit

Demo masyarakat lingkar tambang dan alitan sungai rupit, Selasa (6/2). Foto/istimewa

Pada Selasa tanggal (06/02) pukul 11.00 WIb bertempat di jalan akses masuk PT. DNS desa Suka Menang Kec. karang Jaya Kab.Muratara berlangsung aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan orang dari Forum Masyarakat Peduli Lingkar Tambang dan Aliran Sungai Rupit dipimpin oleh Hidayatul Ilmi ( Kordinator Lapangan) bertujuan memperjuangkan hak hak masyarakat lingkar tambang dan aliran sungai rupit yang direnggut oleh PT. dwinad Nusa Sejahtera / PT. DNS.

Informasi dihimpun, pada pukul 11.00 WIB di jalan akses masuk PT. DNS Hidayatul Ilmi dan 5 orang warga melakukan pembakaran Ban bekas serta meminta uang kepada mobil karyawan PT. DNS.

Hidayatul Ilmi Koordinator aksi saat menyampaikan tuntutan, Selasa (6/1) Foto/ist
Berita Sejenis
1 daripada 3.632

Adapun Tuntutan  antara lain :
1) Merekrut tenaga kerja 80 persen dari masyarakat Sukamenang/lingkar tambang.
2) Mengganti rugi lahan sesuai dengan Pergub dan UU bukan berupa tali kasih.
3) Memberdayakan koperasi lingkar tambang menjadi mitra perusahaan serta membentuk koperasi tambang rakyat dan membuka lahan tambang rakyat.
4) Melaksanakan program CSR secara transparan dan berkeadilan.
5) Membantu pengusaha UKM dilingkungan tambang baik permodalan maupun pelatihan.
6) Memberdayakan organisasi kepemudaan dan keagamaan dilingkungan tambang contohnya karang taruna dan Irmas.
7) Memelihara cagar budaya atau makam-makam pejuang 45/bersejarah.
8)  Pengelolaan limbah wajib menggunakan teknologi yang medern sesuai dengan Amdal sehingga tidak mencemari lingkungan dan memberikan pengobatan gratis pada masyarakat lingkar tambang juga aliran sungai yang sekarang terjangkit penyakit kulit diduga akibat pengaruh limbah dari PT. DNS.
9) Hentikan pembohongan publik melalui media massa yang menyudutkan masyarakat Desa Sukamenang/lingkar tambang contohnya pada koran Linggau Pos mengatakan P3N dan Kadus adalah pencuri ditambang milik PT. DNS.
10) Tidak mempekerjakan tenaga kerja asing tanpa izin/habis izin.

Kapolsek Karang Jaya AKP Hermawansyah saat menemui massa unjuk rasa menghimbau agar massa tidak melakukan pembakaran karena dikhawatirkan akan mengganggu aktifitas warga sekitar, serta dianjurkan untuk melakukan mediasi dikantor PT.DNS.

Setelah dilakukan pembicaraan dengan Kapolsek Karang Jaya, Hidayatul Ilmi beserta rombongan menghentikan aktifitas pembakaran Ban dan bersedia untuk mediasi di kantor PT. DNS.

Terpantau pada pukul 11.45 WIB di Kantor PT. DNS berlangsung pertemuan perwakilan DNS dengan aparat keamanan dihadiri oleh Kamal ( Kepala Afika PT. DNS), Ari ( Kepala security PT. DNS ), AKP Hermawansyah ( Kapolsek Karang jaya),  Herawaty ( Kaban Kesbangpol Muratara),  Ipda Subardi ( Kanit intelkam Polsek Karang jaya), Pelda Jhon Heri ( perwakilan koramil rupit ).

Pukul 14.00 WIB massa aksi yang berjumlah 10 orang dipimpin oleh Hidayatull Ilmi kembali melakukan pembakaran kayu di jalan akses masuk PT. DNS desa Suka Menang Kab. Muratara dengan membawa spanduk yang bertuliskan ” Mana tambang rakyat untuk desa suka menang janji PT. DNS “,
“mana koperasi jadi mitra dns sesuai himbuan Bupati supaya rakyat sejahtera”.

Suasana pertemuan pihak PT DNS dengan perwakilan massa aksi yang dihadiri oleh Trisaksi kurniawan ( Humas dan CSR PT. DNS), Hidayatull Ilmi ( kordinator lapangan) para staf PT. DNS dan perwakilan massa aksi di Kantor PT.DNS. Selasa (6/1). Foto/ist

Selanjutnya, pada pukul 15.30 WIB di Kantor PT. DNS berlangsung pertemuan pihak PT DNS dengan perwakilan massa aksi yang dihadiri oleh Trisaksi kurniawan ( Humas dan CSR PT. DNS), Hidayatull Ilmi ( kordinator lapangan) para staf PT. DNS dan perwakilan massa aksi.

Adapun Hasil pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan :
a. Pihak DNS telah menerima tuntutan dari perwakilan massa askasi.

b. Pihak DNS akan memberikan jawaban resmi atas 10 pernyataan tuntutan tersebut dalam 1 minggu kedepan.

Setelah semua aspirasi disampaikan dan mendapatkan beberapa kesimpulan, maka pukul 16.30 WIB massa aksi membubarkan diri dengan aman dan tertib. (korankito.com/mbam)