Rakornas Karhutla 2018. Jokowi: “Kalau di Wilayah Saudara-saudara Ada Kebakaran dan Tidak Tertangani dengan baik, dicopot!”

Presiden RI Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam Rakornad Karhutla 2018 di Istana Negara Jakarta. Selasa (6/1). Foto/hms

Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh satuan tugas di berbagai daerah di Indonesia agar bekerja keras mengendalikan titik hotspot dalam upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).  Hal tersebut disampaikan langsung Presiden Jokowi saat membuka rapat koordinasi nasional pencegahan Karhutla tahun 2018 di Istana Negara Jakarta, Selasa (6/2).

Presiden juga menyampaikan apresiasi bagi jajarannya baik di pusat maupun daerah atas capaian tersebut. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa upaya penanganan dan pencegahan ini harus terus diintensifkan.

Presiden Joko Widodo tak mau berkompromi jika terjadi kebakaran hutan dan lahan yang tidak tertangani di tahun 2018 ini. Khusus perangkat kepolisian dan TNI, sanksi tegas menanti bagi mereka.

“Saya ulang lagi aturan mainnya, kalau di wilayah saudara-saudara ada kebakaran dan tidak tertangani dengan baik, dicopot! Saya telepon Panglima ganti Pangdamnya, telepon Kapolri, ganti Kapoldanya. Kalau wilayahnya agak kecil ya Danremnya, agak kecil lagi Kapolresnya,” ujarnya.

Berita Sejenis
1 daripada 3.838
Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur Sumsel bersalaman dalam acara Rakornas Karhutla 2018 di Istana Negara Jakarta, Selasa (6/1). Foto/hms

Rapat koordinasi nasional pencegahan Karhutla tahun 2018 di Istana Negara Jakarta dihadiri juga Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Kabinet terkait, unsur TNI dan POLRI serta beberapa kepala daerah. Nampak terlihat Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin turut hadir pada rapat koordinasi nasional pencegahan Karhutla tahun 2018 tersebut.

Sementara, terkait pencegahan Karhutla di Provinsi Sumatera Selatan, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjelaskan bahwa Pemprov Sumsel bersama instansi terkait di wilayah Sumsel berkomitmen penuh terhadap pencegahan karhutla melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Provinsi Sumsel sejak tahun 2015 lalu.

Menurut Alex, Karhutla tahun 2015 lalu menjadi pengalaman penting bagi Provinsi Sumsel karena sekitar 736 ribu hektare hutan dan lahan di Sumsel terbakar. Beruntung di tahun 2016 dan 2017 Karhutla di Sumsel berhasil menurut drastis berkat komitmen bersama melalui Satgas Karhutla Provinsi Sumsel yang telah dinyatakan sebagai satgas karhutla terbaik di Indonesia.

“Pencegahan Karhutla tahun 2018 ini menjadi tantangan yang cukup berat bagi kita karena ada dua agenda besar di Sumatera Selatan, Pilkada serentak dan Asian Games. Kita terus berkomitmen tidak boleh ada karhutla lagi di Sumsel, sejak Februari 2017 lalu kita telah memiliki posko lapangan pemadaman darat berjumlah 658 posko, dan melibatkan 7.000 lebih personel dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Sumatera Selatan,” pungkasnya.(korankito.com/hms/mbam)