Ini Dia, Mitos Mengerikan Seputar Gerhana Super Blue Blood Moon

Ilustrasi/kafeastrononomi.com

Gerhana bulan total atau super blue blood moon akan terjadi malam nanti (31/01) di Indonesia dan beberapa negara di dunia. Meskipun itu merupakan fenomena alam langka, tapi masih banyak orang yang menghubungkannya dengan hal-hal mistis.

Contohnya seperti mitos gerhana bulan total berikut ini.
Gerhana bulan total bakal jatuh pada Rabu, 31 Januari 2018 mendatang atau bertepatan tanggal 14 Jumadil Ula 1439H.

Peristiwa gerhana bulan total itu terbilang sangat spesial karena gerhana terjadi saat bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan bluemoon. Terlebih kejadian ini terkahir kali muncul pada 31 Maret 1866 atau 152 tahun yang lalu.

Seperti momen-momen alam yang jarang terjadi sebelumnya, peristiwa gerhana bulan total pun kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis. Bahkan masih banyak orang yang percaya dengan mitos-mitos gerhana bulan total berikut ini.

Kemarahan Dewa
Bangsa Yunani Kuno memercayai jika datangnya gerhana bulan merupakan tanda jika Dewa sedang marah dan dipercaya merupakan awal dari sebuah bencana besar.

Kata gerhana (eclipse) sendiri berasal dari bahasa Yunani Kuno “ekleipsis” yang memiliki arti ditinggalkan.

Berita Sejenis

Ojol Ditikam Saat Jemput Penumpang

1 daripada 4.102

Bulan sedang Terluka
Beda lagi dengan yang dipercaya oleh suku Hupa di bagian utara California. Gerhana bulan disebut sebagai tanda jika bulan sedang terluka. Suku Hupa meyakini kalau bulan memiliki 20 istri dan banyak hewan peliharaan buas seperti singa dan ular.

Konon ketika bulan telat memberi makan hewan peliharaannya, mereka akan menyerang bulan hingga membuatnya berdarah. Kemudian, para istri menolong bulan dan melindungi dari serangan hewan peliharaannya.

Bulan Dimakan Batara Kala
Mitos gerhana bulan total selanjutnya berasal dari masyarakat Indonesia, tepatnya di beberapa daerah di pulau Jawa. Mereka percaya jika momen gerhana bulan total merupakan  pertanda datangnya Batara Kala. Momen di mana bulan perlahan menghilang, adalah peristiwa raksasa Batara Kala tengah memakan bulan.

Untuk mengusir Batara Kala, para penduduk kemudian menabuh lumpang (tempat penumbuk dari besi) dengan maksud menakuti Batara Kala.

Bulan Dimakan Naga
Mitos bulan dimakan juga bukan hanya dipercayai oleh suku Jawa. Masyarakat Cina meyakini ketika gerhana bulan total terjadi, disebabkan oleh seekor naga yang marah dan memakan bulan.

Lalu para warga akan menyalakan bunyi-bunyia ln seperti petasan untuk mengusir naga tersebut.

Konon katanya ada racun yang tersebar ketika gerhana bulan
Masyarakat Jepang dulu juga percaya tentang mitos gerhana bulan total. Sewaktu terjadi gerhana bulan total, ada racun yang disebarkan ke bumi. Makanya mereka menutup sumur-sumur atau sumber air lain supaya tidak terkontaminasi racun.

Gerhana dipercaya akibat dari pertikaian antara bulan dan matahari
Kita bisa mencari sisi positif dari kepercayaan ini seperti yang dilakukan masyarakat Benin dan Togo ini, Suku Batammaliba percaya gerhana disebabkan pertengkaran antara matahari dan bulan, namun masyarakat akan berusaha melerai dan mendamaikan mereka berdua.

Tersirat ada filosofi bahwa kejadian alam ini merupakan momen bagi semua orang untuk bersatu dan menuntaskan pertikaian dan dendam yang pernah ada. Kepercayaan ini masih dipegang sampai sekarang sehingga masyarakat diperkirakan bakal berkumpul untuk merayakan gerhana bulan bareng di sana.

Saat gerhana bulan, ibu hamil harus berhati-hati. Bahkan sampai sembunyi di kolong tempat tidur
Kepercayaan yang satu ini ternyata tidak hanya ada di Indonesia saja. Banyak juga negara lain yang meyakini bahwa para ibu hamil harus berhati-hati saat gerhana bulan. Anak mereka bisa lahir sakit, cacat dan lain sebagainya jika tidak menjalankan ritual yang diharuskan.

Bahkan sampai sembunyi di bawah kolong tempat tidur. Hingga masa kini masih ada masyarakat yang percaya dan mempraktikkan berbagai ritual untuk menjaga ibu hamil di kala gerhana, tapi banyak juga yang sudah meninggalkannya.

Nah itu tadi mitos gerhana bulan total yang masih dipercayai oleh beberapa kalangan. Wallahualam…(korankito.com/berbagaisumber/mbam)

AN