Terkendala Biaya Ambulan, Penderita Liver dan Ginjal Pilih Pulang Ke Rumah Keadaan Sakit 

foto/rodi

Empatlawang- Lantaran terkendala dengan biaya ambulan. Penderita sakit liver dan ginjal yakni Mirin warga Jalan Guru, Talang Banyu, RT 02, RW 07, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empatlawang, terpaksa pulang ke rumah dalam keadaan sakit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Kito, Mirin sempat dirawat di RSUD Empatlawang selama lima hari. Namun, dikarena pihak rumah sakit sudah angkat tangan dengan penyakit yang dialami Mirin. Ia dirujuk ke RS Mohammad Hussin Palembang.

Lalu, dikarena tidak mempunyai kendaraan pribadi untuk ke Palembang dan diduga ada oknum pihak RSUD Empatlawang yang mengatakan apabila ingin menggunakan mobil ambulans akan dikenakan biaya sebesar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta.

Dikarenakan tidak mempunyai uang untuk membayar ambulans itu, Mirin terpaksa dibawa pihak keluarganya untuk pulang ke rumah dalam kondisi sakit. Padahal korban berobat menggunakan kartu Jaminan Sosial dan Kesehatan (Jamsostek).

Yeni istri Mirin saat ditemui di kediamannya membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, terpakas pulang ke rumah walaupun kondisi suami masih sakit. Hal itu dikarenakan tidak adanya biaya membayar ambulans yang seperti disampaikan oleh oknum perawat RSUD Empatlawang.

“Karena tidak ada uang setelah mendengar biayanya ambulan yang sangat besar, kami pilih pulang Pak dan berisitirahat di rumah saja. Kondisi suami seperti ini, bagaimana mau bekerja,” jelas wanita yang keseharian sebagai penjual makanan di SPBU, Senin (29/1) siang.

Kendati demikian, ia berterima kasih kepada pelayanan yang sudah diberikan pihak RSUD Empatlawang kepada suaminya selama proses perawatan. “Kalau selama dirawat di RSUD Empatlawang pelayanannya bagus dan tidak dikenakan biaya,” tuturnya.

Sementara itu direktur RSUD Empatlawang dr Devy menegaskan, tidak dibenarkan minta biaya untuk ambulan. “Kalau ada yang minta, namanya pungli. Tidak dibenarkan. Nanti akan kita klarifikasi dan tentu diberikan tindakan tegas seperti peringatan keras,” jelasnya.

Namun yang perlu diketahui lanjut Devy, pasien umum memang ada biaya untuk menggunakan mobil ambulan berdasarkan Perbup. “Berdasarkan Perbup, biaya menggunakan ambulance ke Kota Palembang Rp1,5juta,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk masalah rujuk tersebut bearti dokter tidak mau mengambil resiko. “Kalau dirujuk, dokter kita sudah angkat tangan untuk pengobatannya,” ujarnya.

Memang berdasarkan data, lanjut Devi, ada pasien yang mengidap penyakit liver dan harus dirujuk ke Kota Palemang. “Namun pertama kali pasien menggunakan BPJS atas nama kakaknya. Namun tidak diperbolehkan. Kami arahkan menggunakan Jamsoskes,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Empatlawang Joni Riko, menyayangkan ada warga kurang mampu tidak diberikan pelayanan gratis hingga pasien benar sembuh. Seharusnya, pasien diberikan pelayanab dan bantuan dari Pemkab.

“Bukankah program Gubernur Sumsel berobat gratis bagi warga yang tidak mampu. Kit sesalkan, ada pasien pulang kerumahnya masih keadaan sakit. Ini menjadi catatan bagi Pemkab Emptlawang,” tutupnya. Korankito.com/rodi/depe.