Bisa Dipercaya

Buron 7 Bulan, Tersangka Pembunuhan Diringkus

foto/depe.

Palembang- Sempat buron selama tujuh bulan, Benny (21) warga Jalan Tulang Bawang, Kelurahan Sialang, Kecamatan Sako Palembang, diringkus Unit Kendaraan Bermotor (Ranmor) Sat Reskrim Polresta Palembang.

Benny terlibat kasus pembunuhan terhadap Cik Imron (21) warga Perumnas Sako, Kecamatan Sako Palembang, Juni 2017 lalu dan ditangkap di kawasan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Rabu (24/1) malam.

Berita Sejenis
1 daripada 63

Ketika di temui di ruang Ranmor Polresta Palembang, Benny menceritakan perbuatannya bermula saat adiknya Yuda (19) terlibat keributan dengan Putra, teman dari korban Cik Imron di lokasi kejadian.

Menurutnya, keributan itu dipicu lantaran Yuda tidak senang melihat pacarnya dicekoki minuman keras (miras) oleh Putra. Kemudian, keduanya terlibat perkelahian satu lawan satu.

“Mereka berduel Pak. Tidak kami bantu, tapi dengan syarat jangan menggunakan senjata tajam (sajam). Setelah berduel, kami pisahkan dan saat itu juga mereka berdamai,” ujarnya, Kamis (25/1) siang.

Masih dikatakannya, ia mengira keduanya sudah berdamai. Namun, ternyata Putra kembali mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) bersama korban dan delapan temannya yang lain.

“Mereka tidak lagi banyak bicara, langsung melakukan penyerangan Pak. Ketika itu, Yuda tidak ada di tempat. Hanya ada saya sendirian, makanya saya menjadi sasaran mereka,” ungkap Benny.

Putra langsung menikam pisaunya. Namun, berhasil ditangkis tersangka dan direbutnya. Melihat itu, korban Imron yang membawa golok langsung mengibaskan sajamnya kearah Benny.

“Belum sempat membacok, saya tikamkan pas di ulu hatinya Pak. Lalu, saya tendang dia hingga terjatuh, setelah itu saya langsung lari. Tidak tahu kalau dia meninggal dunia,” jelasnya.

Selama diburu polisi ia tetap berada di Palembang. Hanya saja, selalu berpindah-pindah tempat tinggal. “Saya tau kalau dikejar, makanya menghindar. Pernah dihantuinya, tapi tidak ganggu,” tuturnya.

Sementara Kanit Ranmor Sat Reskrim Polresta Palembang, Iptu Mardanus menerangkan, usai kejadian itu, korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak dapat diselamatkan lagi.

“Akan kita jerat pasal 351 ayat 3 dengan ancaman tujuh tahun penjara. Saat ini anggota kita masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka,” katanya saat dimintai konfirmasi. Korankito.com/depe.