Bisa Dipercaya

Badik Alias Cika Tewas Dihantam Tabung Gas

foto/depe.

Palembang- Warga seputaran Perumahan Maskarebet, Jalan KI Ahmad Dahlan, RT 33, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar, Selasa (16/1) sekitar pukul 11.00, dibuat gempar dengan penemuan sesosok mayat wanita pria (waria).

Mayat itu ialah Badik alias Cika (25) warga Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumsel. Korban ditemukan tewas di ruang depan salon kecantikan Kiki dengan kondisi terkapar bersimbah darah dan kepala pecah.

Berita Sejenis
1 daripada 40

Berdasarkan data dihimpun di lokasi kejadian. Pertama kali jasad korban ditemukan oleh Hotom alias Kiki (25), pemilik salon kecantikan tersebut. Dimana ketika itu, ia hendak membuka salon dan bekerja seperti biasanya.

“Pas saya datang ke sini belum terbuka masih terkunci. Karena ada kunci, jadi saya buka sendiri Pak. Belum sempat masuk, melihat banyak darah, saya langsung menjerit-jerit manggil tetangga sebelah,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Kiki menambahkan, korban baru satu bulan bekerja ditempatnya dan dipercayai untuk menjaga serta tinggal di salonnya. “Saya baru kenalan dengannya di tempat teman juga, di orangnya tidak banyak ulah,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, terakhir ketemu dengan Cika, Senin (15/1) sekitar pukul pukul 21.00. Dirinya menutup dan meninggalkan korban sendiri di dalam salonnya. “Orang-orang sekitar sini juga tidak ada yang tahu dengan kejadian itu,” katanya.

Masih dikatakan Kiki, ia sudah tiga tahun membuka salon di tempat kejadian perkara (TKP) dan tidak pernah terjadi apa-apa. “Aman saja selama ini. Sudah berapa kali ganti anak buah tidak terjadi apa-apa. Setahu saya, dia tidak ada musuh,” tuturnya.

Sementara itu, Kakek korban Cek Naning (75) mengatakan dirinya terakhir kali bertemu dengan korban sama seperti Kiki. “Semalam, bertemu di jalan dan dia bersama teman-temannya. Ia bilang mau menonton orgen,” ucapnya.

Naning menjelaskan, korban merupakan anak semata wayang. Ayahnya tinggal di kawasan Ogan Ilir dan telah beristri lagi. “Dia jarang pulang ke rumah dan tinggal di salon itu. Sekali-kali saja dia main ke rumah saya,” ujarnya.

Lelaki paruh baya yang tinggal di kawasan Jalan Soekarno-Hatta ini menyatakan korban dikenal sangat baik kepada dirinya dan sering memberikan uang. “Tidak ada musuh dianya. Orangnya baik, sering memberikan uang kepada saya,” jelas Naning.

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara didampingi Kapolsek Sukarami Kompol Rivanda membenarkan adanya kejadian itu. Ia mengatakan korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk divisum.

“Kita sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasilnya, 90 persen korban meninggal dunia disebabkan penganiayaan. Untuk motif kita masih melakukan penyelidikan, belum bisa berasumsi latar belakangnya apa,” cetus Yon.

Lebih lanjut, Yon mengatakan pihaknya mengamankan satu buah tabung gas elpiji dan sehelai kain yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh pelakunya. “Kita akan memanggil pemilik salon untuk dimintai keterangan,” pungkasnya. Korankito.com/depe.