Bisa Dipercaya

Hendak Dicabuli, Bocah Lima Tahun Disekap di Toilet Mushola

Korban bersama kedua orangtuanya usai membuat laporan di SPKT Polresta Palembang. Foto/depe.

Palembang- Diduga hendak dicabuli oleh tetangganya RN (19). Seorang bocah berumur lima tahun berinisial YM, disekap di kamar mandi Mushola yang berada tak jauh dari kediamannya di kawasan Kecamatan IT II Palembang.

Merasa tidak senang dengan perbuatan anak tetangganya itu, ibu kandung korban RH (41) ditemani suaminya mendatangi ruang pengaduan Mapolresta Palembang, Sabtu (13/1) siang untuk melaporkan perbuatan RN atas tuduhan perlindungan anak di bawah umur.

Berita Sejenis

Melawan, Gafur Dihadiahi Timah Panas 

Hasil Tes Urine Fatimah Positif Narkoba

Junaidi Senang Bisa Bersatu Kembali Dengan Anaknya

1 daripada 23

Di temui di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang. Bapak korban yang enggan menyebutkan namanya menceritakan kejadian itu terjadi, Jum’at (12/1) sekitar pukul 17.00. Dimana, anaknya diajak oleh terlapor ke tempat kejadian perkara (TKP).

“Dia bersama anak saya masuk ke dalam toilet dan menguncinya dari dalam Pak. Mungkin, saat mau melakukannya, anak saya menjerit dan terdengar oleh saya yang sedang mandi. Kebetulan rumah kami bersebelahan dengan mushola itu,” kata bapak korban.

Mendengar suara jeritan korban, lanjut orangtua YM, ia keluar rumah dan mencari keberadaan anaknya. Benar saja, dirinya melihat terlapor keluar dari toilet mushola dan melarikan diri. Dia pun langsung bertanya dengan korban kejadian yang menimpanya.

“Pengakuan anak saya dia dikurung di dalam kamar mandi. Saya bawa ke bidan dan benar ada tanda kemerehan di kemaluan korban. Saya tidak terima dan minta segera ditangkap. Apalagi warga dukung untuk melaporkannya ke polisi, agar jadi efek jera,” tambahnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Palembang Iptu Samsul membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban, dan akan segera ditindak lanjuti oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palembang.

“Laporan sudah kita terima, masih dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan Unit PPA. Keluarga korban sudah diminta melakukan visum terhadap korban untuk melengkapi berkas laporannya,” tutup Samsul ketika dikonfirmasi. Korankito.com/depe.