Diduga Jual Anak, Ibu Kandung Diperiksa Polisi

foto/cr2

Palembang- FM (38), seorang ibu rumah tangga itu harus diperiksa oleh pihak kepolisian Polresta Palembang. Sebab, ia diduga telah menjual anak kandungnya AA yang masih berumur tiga tahun kepada sesorang berinisial VN.

Ia diperiksa oleh anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang, Rabu (10/1) sekitar pukul 10.00.

Berita Sejenis
1 daripada 3.702

Berdasarkan data yang dihimpun, terbongkarnya dugaan kasus perdagangan anak ini berawal ketika suami terduga JN (44) membuat pengaduan di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Kamis (7/12) petang, terkait hilangnya FM dan anaknya AA.

Meski sudah melapor polisi, JN terus mencari keberadaan istri dan anaknya. Hingga akhirnya bertemu di kawasan Kecamatan Kalidoni Palembang, Minggu (6/1) petang. Namun ketika itu dirinya hanya mendapati istrinya saja, sedangkan AA tidak ada di tempat.

Usai menemukan keberadaan istrinya, JN kembali mendatangi Mapolresta Palembang untuk melaporkan penemuan itu dan menceritakan tentang anaknya. Sehingga Unit PPA Satreskrim Polresta Palembang memanggil FM untuk dimintai keterangan.

Hasil pemeriksaan, diketahui FM diduga menjualkan anaknya kepada seseorang berinisial VN. Oleh karena itulah, pihak kepolisian pun langsung mengamankannya guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Kasus ini masih dalam pemeriksaan serta penyelidikan oleh anggota kita,” ucap Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kasubag Humas Iptu Samsul, ketika dimintai konfirmasi awak media, Kamis (11/1) siang.

Syamsul menjelaskan, diamankannya FM setelah petugas melalukan penyelidikan dan mengintrogasinya. “Setelah FM ditemukan, suaminya menanyakan keberadaan anaknya. Kemudian melaporkan kepada kita, diduga FM ikut terlibat dalam menjualkan anaknya,” tuturnya.

Saat ditemui di ruang piket Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang, FM membantah disebut menjualkan anaknya. Ia mengatakan AA telah dititipkan kepada tetangganya. “Saat mau ambil, anak saya sudah dipegang dia (VN) dan saya diberikan uang sebesar Rp20 juta,” katanya.

Ditanya, kemana uangnya yang ia dapatkan. FM mengaku uangnya sudah habis untuk kebutuhannya sehari-hari. “Uangnya habis Pak, karena tidak pulang kerumah dan tinggal berpindah-pindah tempat. Saya tidak tahu dimana keberadaan anak saya sekarang,” pungkasnya. Korankito.com/cr2/depe.