Bisa Dipercaya

Wow, 9 Ribu Butir Ineks Bentuk Permen Gagal Beredar

foto/waluyo.

Banyuasin- Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis baru. Berupa pil ekstasi yang berbentuk permen sebanyak sembilan ribu butir.

Selain ineks itu, polisi juga mengamankan dua kilogram sabu-sabu berikut dua orang tersangka. Mereka adalah IK (35) warga Pekan Baru, Riau dan RL (39) warga Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

Berita Sejenis
1 daripada 53

“9 ribu ekstasi itu jenis terbaru dengan bentuk permen. Warna merah 4500 butir, warna kuning 1000 butir dan warna hijau 3500 butir,’ kata Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem saat gelar perkara dan barang bukti, Selasa (9/1) pagi.

Ia menjelaskan, penangkapan kedua tersangka berawal dari pihaknya menerima informasi masyarakat akan adanya pengiriman narkoba partai besar. Kemudian ditindaklanjuti lanjut oleh anggotanya dengan melakukan penyelidikan.

Setelah diselidiki cukup lama, pihaknya berhasil menangkap IK yang membawa barang haram itu di Jalan Lintas Sumatera Palembang-Betung, tepatnya SPBU Sembawa, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, awal Januari lalu.

Selanjutnya, Satres Narkoba Polres Banyuasin melakukan pengembangan dengan mendatangi salah satu pol bus antar kota di kawasan Tanjung Siapi-api, Palembang. Disana, anggotanya mengamankan RL yang akan mengambil barang haram itu.

“Mereka ini diduga jaringan internasional. Selain pil ekstasi, kita juga mengamankan 2 kilogram sabu-sabu. Adanya penangkapan ini kita menyelamatkan, 21 ribu jiwa manusia dari ancaman penyalahgunaan narkoba,” tuturnya.

Masih dikatakan Kapolres, kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 JO Pasal 112 Ayat 2 UU RI No 35 Tentanh Narkotika. “Tersangka terancam minimal lima tahun penjara dan maksimal hukum mati,” jelas Yudhi.

Sementara itu, RL mengakui sudah tiga kalinya menerima barang haram kiriman dari tersangka IK. Ia menyebutkan, barang haram itu rencananya akan diedarkan di Kota Palembang dan sekitarnya. “Ini yang ketiga kalinya menerima barang itu,” singkatnya.

Tersangka IK mengatakan hanya bertugas mengantarkan pil ekstasi dan sabu itu kepada RL. “Pertama mendapatkan uang Rp10 juta, kedua dan ketiga mendapatkan Rp30 juta. Kalau tidak tertangkap, dapat uang Rp40 juta sebulan,” tutupnya. Korankito.com/waluyo.