Diduga Aniaya Anak Anggota Dewan, Empat Oknum Satlantas Dilaporkan

Korban saat diperiksa anggota kepolisian.foto/dhia.

Musirawas- Diduga menganiaya anak dibawah umur, saat menggelar razia. Empat oknum Satlantas Polres Musirawas dilaporkan ke Unit Propam dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Musirawas, Jum’at (5/1) petang.

Keempat polisi itu diduga telah menganiaya Faruq (16), anak dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muratara saat menggelar razia di Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musirawas, Rabu (3/1) siang.

Berita Sejenis
1 daripada 42

Kepada awak media, Faruq menjelaskan kejadiannya berawal ketika ia bersama temannya hendak pulang dari berlibur di Danau Aur, Kecamatan Sumber Harta. Setiba di lokasi, Satlantas Polres Mura sedang melakukan razia jalanan.

“Teman saya yang bawa mobil om, tapi tidak ada STNKnya. Karena prosesnya sedikit lama, jadi saya menghubungi orangtua (papa) untuk dijemput. Saat menelan itu, ponsel saya langsung di rampas mereka (oknum Satlantas),” katanya.

Tidak sekedar merampas ponsel, lanjut korban, anggota itu juga mengeluarkan kata-kata tak pantas, yang mana intinya Faruq seperti pacar papanya. Merasa tidak terima dengan perkataan itu, ia mencoba menanyakan maksudnya.

“Saya malah dicekik mereka. Tangan saya juga diborgol, sampai jam tangan putus. Tidak tahu jatuh dimana. Bukan itu saja pak, mereka juga sempat menendangnya punggung saya. Saya tidak terima kelakuan itu, makanya diceritakan ke orangtua,” katanya.

Sementara itu, Aidil Wahyudin Noor selaku orangtua korban tidak terima anaknya menjadi korban kebrutalan oknum polisi. Tak hanya luka cekik di bagian leher, korban juga sempat ditendang, borgol, serta dicaci maki. Padahal anaknya yang penumpang.

“Ini masalah pelanggaran lalu lintas lantas kenapa anak saya diperlakukan layaknya pencuri.  Kalau anak saya penjahat tak masalah diperlakukan seperti itu.  Yang dilakukan aparat tak patut dicontoh ini sudah melanggar UU,” tegasnya.

Dirinya menyebutkan, awalnya permasalah itu ingin diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, saat mediasi dengan pihak Polres Musirawas tidak menemui jalan keluar. Bahkan malah menyulut emosi, dikarenakan cacian dan hinaan yang didapatnya.

“Saya mau, baik secara disiplin maupun pelanggaran pidana umum dijalankan oleh empat oknum yang sudah menganiaya anak saya, dan minta Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adi Negara memproses Kasat Lantas Mura,” tambahnya.

Sementaraitu, Kasatlantas Polres Musirawas AKP Budi Hartono ketika diminta konfirmasi membantah anggotanya telah melakukan penganiayaan. “Bukan penganiayaan, namun salah paham,” katanya dalam pesan singkat WhatsApp. Korankito.com/dhia/depe.