Bisa Dipercaya

10,1 Kilogram Sabu Diamankan di Palembang, Kapolresta Sebut Kota Perlintasan

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono. foto/depe.

Palembang- Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono membantah Kota Palembang dikatakan sebagai pasar terbesar peredaran narkoba di Sumsel. Menyusul diamankannya 10,1 kilogram sabu dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan.

“Belum tentu juga seperti itu. Namanya kota besar, tapi dikatakan pasar terbesar belum bisa dikatakan seperti itu. Karena bisa saja barang itu transit disini,” ucap Kapolresta dalam gelar perkara dan barang bukti narkoba 3 kilogram, Kamis (4/1) petang.

Berita Sejenis
1 daripada 55

Ia menyebutkan, kedepan pihaknya akan terus melakukan upaya penyelidikan agar bisa mengungkap kasus narkoba. “Kalau masalah jumlah kita tidak dapat pastikan. Tapi, upaya reduksi ini terus dilakukan. Kita cut jaringan, kita ungkap dan razia,” katanya.

foto/depe.

Dalam gelar perkara dan barang bukti tersebut. Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Palembang berhasil mengamankan tiga kilogram narkoba jenis sabu-sabu dari tangan tersangka Fernandes alias Andes (39), warga Kecamatan Sako Palembang.

Tersangka Andes terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kedua kakinya, lantaran berupaya kabur saat ditangkap oleh aparat kepolisian di kediamannya, Selasa (2/1) sekitar pukul 15.00.

“Penangkapan pelaku ini hasil pengembangan dari tersangka sebelumnya. Saat digeledah, kita temukan koper di kolong tempat tidur di kamar tersangka yang berisikan sabu seberat tiga kilogram, ponsel dan timbangan digital,” tambah Kapolres.

Hasil pemeriksaan tersangka, sambung Wahyu, rencananya barang haram itu berasal dari Jakarta dan akan diedarkan di Kota Palembang. “Dibawa sendiri oleh pelaku melalui jalur darat dengan menggunakan mobil pribadinya,” ujar Wahyu.

Masih dikatakannya, tersangka akan dikenakan Pasal 114 dan 112 UU Narkotika No35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. “Kita tidak sampai disini saja, masih akan terus melakukan pengembangan,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Rabu 27 Desember 2017 lalu. Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumsel berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu sebanyak 5,6 kilogram yang akan diedarkan di Kota Palembang.

Selain barang haram tersebut, polisi juga mengamankan dua orang tersangka yakni Muhammad Ican alias Ican (26) warga Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan IT I dan Muhammad Husen alias Apek (19) wadmrga Kecamatan Sukarami, Palembang.

Satu hari berselang, tepatnya Kamis 28 Desember 2017, giliran Satresnarkoba Polresta Palembang yang mengamankan sabu dalam jumlah cukup besar yakni 1,5 kilogram dari tangan Riki (31) tukang ojek yang hendak mengantarkan barang haram itu.

Barang haram yang dibawa Riki, warga Jalan Kapten A Rivai, Kecamatan IB I itu rencananya akan dibawa ke kawasan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami Palembang. Itu artinya, dari tiga penangkap itu polisi mengamankan 10,1 kilogram sabu. korankito.com/cr2/depe.