Kasus Lakalantas di Lahat Meningkat

foto/ujang.

Lahat- Kapolres Lahat AKBP Robby Karya Adi mengklaim kasus kecelakaan lalulintas di Kabupaten Lahat mengalami peningkatan. Dimana tahun 2016 hanya 50 kasus, sedangkan 2017 meningkat menjadi 57 kasus kecelakaan.

“Untuk kasus lalulintas peningkatannya 7 kasus atau 12 persen. Sementara untuk penyelesaian kasusnya 100 persen tidak mengalami kenaikan atau penurunan,” ujarnya dalam gelar perkara akhir tahun, Minggu (31/12) siang.

Robby menyebutkan pihaknya telah melakukan langkah untuk menciptakan situasi tertib berlalu lintas. Diantaranya, meningkatkan publikasi dan sosialisasi tertib lalu lintas melalui media massa baik cetak, elektronik dan media sosial.

“Kami juga melakukan penyebaran brosur dan pemasangan spanduk atau baliho Kamseltibcarlantas (Keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas) di tempat rawan macet, rawan pelanggaran dan rawan laka lantas,” ujar Roby.

Tak hanya itu, melalui jajarannya berkordinasi dan menerjunkan ke  lapangan dengan instansi terkait seperti TNI, Satpol PP, Dishub, Organda, Media, Dinas Kesehatan, Bina Marga, dan Jasa Raharja tentang target penertiban pelanggaran.

“Operasi terpadu bersama telah sering kita lakukan secara bersama dengan pihak pihak terkait pada jalur rawan laka dan pelanggaran lalu lintas,” ungkapnya.

Lebih lanjut orang nomor satu di Polres Lahat ini juga menyebut, kinerja pihaknya terkait penanganan kasus kriminalitas diantaranya kejahatan konvensional yang penyelesaian kasusnya 100 %, sedangkan kejahatan tindak pidana korupsi secara umum mengalami peningkatan 100 %.

“Kejahatan konvensional secara umum mengalami penurunan dari tahun 2016, sebanyak 778 kasus dan tahun 2017 ada 475 kasus, dengan penurunan 303 kasus jadi ada penurunan 39 % untuk penyelasaiannya mengalami peningkatan 100 %,” katanya.

Untuk antisipasi terkait tindak kriminal. Polres Lahat menggelar giat KKYD (Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan) diantaranya bekerjasama dengan elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat untuk dapat membantu Polri dalam menciptakan situasi Kamtibmas sehingga dapat membantu penekanan terjadi tindak pidana.

“Kita juga meningkatkan giat razia stationer di tempat rawan Kamtibmas, juga peningkatan patroli hunting dan peningkatan Kring Serse di lokasi rawan tindak pidana,” jelasnya.

Penanganan kasus narkoba sendiri, mengalami peningkatan. Sebelumnya 2016 terdapat sebanyak 71 kasus dan pada 2017 menjadi 95 kasus. Namun penyelesaianya sendiri masih 100 % tidak mengalami penurunan dan peningkatan. Korankito.com/ujang/depe.