Warga Tuding Pengerasan Jalan Desa Muara Ikan Menyimpang

foto/cr1.

Pali – Pengerasan jalan di Desa Muara Ikan, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), menuai protes keras warga. Sebab warga menuding, pengerasan jalan yang dilakukan PT Nadine Karya Pratama sebagai kontraktor proyek tersebut terindikasi sarat akan penyimpangan.

Tudingan warga tersebut muncul setelah melihat dari hasil pengerasan jalan yang tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan senilai Rp 2,9 milyar.

Kepala Desa Muara Ikan, Pausy Ahmad mewakili warganya meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pali untuk tidak melakukan pembayaran atas pengerjaan pengerasan jalan tersebut. Bahkan, warga sepakat memita Pemkab melakukan black List terhadap PT Nadine Karya Pratama sebagai pemegang proyek di Pali.

“Masyarakat sangat kecewa dengan hasil pengerjaan ini. Kita sudah memegang Rancangan Angaran Biaya (RAB) pembangunan itu serta lakukan konsultasi jika pembangunan ini sudah sangat melenceng. Atas dasar itu masyarakat melalui perangkat desa dan tokoh masyarakat membuat surat pernyataan atau permohonan,” tegas Pausy, Rabu (27/12).

Surat itu sendiri, sambung Pausy, telah diberikanya kepada pimpinan DPRD Kabupaten Pali, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas BPKAD, dan Kejaksaan Negeri Pali untuk ditindaklanjuti.

“Kami tidak menuntut apa-apa. Kami cuma meminta pengerjaan pengerasan jalan menuju desa kami bisa dimaksimalkan sesuai dengan RAB yang ditentukan. Kami minta semua pihak terkait meninjau langsung ke lapangan agar bisa melihat kondisi hasil pengerasan tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pali, Devi Harianto membenarkan adanya surat dari warga yang masuk ke pimpinannya. “Memang benar suratnya yang dimaksud masuk ke pimpinan DPRD Kabupaten Pali. Kita akan menindaklanjutinya dalam waktu dekat ini,” singkatnya. korankito.com/cr1/die