Tanya Selisih Gaji, Kuli Angkut Bunuh Atasan

Tersangka (tengah) saat diamankan pihak kepolisian Polsek Babat Supat. foto/ist.

Muba- Mat Lias (31) yang merupakan pemuat buah sawit di PT Hamita Utama Karsa, terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Sebabnya ia telah memukul kepala Niki Cahyono (23) menggunakan besi sebanyak tiga kali hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Tersangka diringkus Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Babat Supat dikediamannya di Dusun I, Desa Sri Kembang, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Kamis (14/12) sekitar pukul 19.00 atau tiga jam setelah peristiwa berdarah tersebut.

Berita Sejenis
1 daripada 45

Kapolres Musi Banyuasin (Muba) AKBP Rahmat Hakim melalui Kapolsek Babat Supat mengatakan kejadian itu terjadi di area perkebunan PT Hamita Utama Karsa, Afdeling II Blok A09, Desa Tenggulang Jaya, Kecamatan Babat Supat, Muba.

Dimana, lanjutnya, kejadian itu dipicu masalah gaji. Awalnya, tersangka mendatangi korban Niki yang merupakan karyawan Kerani Panen PT Hamita Utama Karsa, untuk menanyakan selisih gaji yang diterimanya, tidak sesuai dengan pekerjaan yang telah ia lakukan.

Kemudian terjadilah cekcok mulut antara keduanya. Mat Lias yang emosi langsung memukulkan besi alat memuat buah sawit yang ia pegang kearah korban sebanyak tiga kali. Melihat Niki terkapar bersimbah darah, tersangka pun langsung melarikan diri pulang kerumahnya.

“Mendapati laporan itu, anggota kita langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Korban pun meninggal saat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Lilin,” ujar Kapolsek saat dimintai konfirmasi.

Lebih lanjut, ia mengatakan Unit Reskrim yang dipimpin Kanit Ipda Sujana langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan ketika bersembunyi di kediamannnya.

“Saat ini pelaku dan barang bukti sudah kita amankan untuk proses hukum lebih lanjut, dia masih dalam pemeriksaan oleh anggota kita. Tersangka akan dijeat dengan Pasal 351 Ayat 3 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara,” tutup Kapolsek. Korankito.com/depe.

AN