Opang ‘Nyambi’ Jadi Kurir Sabu

Tersangka saat diamankan di petugas BNNK Ogan Ilir. KORANKITO/IST.

Palembang – Amran (43) warga Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumsel ini tak dapat berkutik saat anggota Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) OI menyetop laju sepeda motornya ketika melintas di simpang empat Pegayut, Kecamatan Pemulutan, Minggu (10/12) sekitar pukul 01.00.

Bahkan, Amran langsung pucat ketika petugas menemukan dua paket kecil narkoba jenis sabu dengan berat 0.90 gram dari kantong celana sebelah kirinya.

Berita Sejenis
1 daripada 3.933

Kepala BNNK OI AKBP Abdul Rahman mengatakan, penangkapan tersangka Amran sendiri dilakukan setelah petugas BNNK OI mendapatkan informasi masyarakat terkait peredaran narkoba di kawasan Pegayut. Bahkan, kawasan itu juga kerap dijadikan tempat transaksi narkoba.

Berdasarkan informasi itulah petugas langsung melakukan penyelidikan dan observasi di lokasi. Disaat yang bersamaan, rupanya tersangka yang baru saja membeli barang haram tersebut melintas. Petugas yang mencurigai gerak-gerik tersangka langsung menghadang dan memberhentikan laju kendaraannya.

“Kita lakukan penggeledahan menyeluruh baik di tubuh maupun di kendaraan yang digunakan tersanggka. Kita temukan barang bukti sabu di dalam saku celana tersangka sebelah kiri,” kata Abdul, saat gelar perkara di BNNP Sumsel, Jakabaring, Palembang.

Dari pemeriksaan sementara, sambung Abdul, sabu tersebut didapatkan tersangka dari seorang bandar di Palembang. “Sementara ini tersangka diduga kurir. Tersangka diberi imbalan Rp250 untuk membawa narkoba itu dari Palembang. Soal apakah tersangka merupakan jaringan antar kabupaten, kami masih akan melakukan pendalaman,” tuturnya.

Abdul menambahkan, yang jelas tersangka akan dijerat dengan pasal 114 dan 112 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Ancamannya hukuman diatas 4 tahun penjara. Kita juga masih memburu bandar dan orang yang menyuruh tersangka mengambil barang haram tersebut. Identitasnya sudah kita kantongi,” jelasnya.

Sementara, tersangka Amran bersikeras jika dirinya hanya disuruh untuk mengambil barang haram tersebut dari seseorang di Palembang dengan imbalan Rp250 ribu. “Sumpah, itu bukan punya saya. Saya hanya disuruh mengambilkannya saja,” kilah tersangka.

Ia menceritakan, pria berinisial H menyuruhnya untuk mengambil sabu tersebut dari orang berinisial A yang ada di kawasan Kertapati, Palembang. “Saya ini tukang ojek, jadi saya mau mengambilkan pesanan itu. Apalagi akan dibayar Rp250 ribu. Sabu itu saya ambil dengan harga Rp 2 juta dengan uang milik H,akunya.

Ditanya apakah dirinya juga mengkomsumsi barang haram tersebut, tersangka tak membantahnya. “Memang saya juga pakai (sabu), baru satu bulan ini. Biasanya saya beli paket kecil seharga Rp60 ribu,” ujar bapak tiga anak ini. cr2/die

AN