Bisa Dipercaya

Warga Protes Pemasangan Jargas Sembrono,

korankito/cr1

Pali – Pemasangan line Jaringan Gas (Jargas) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), tepatnya yang berada di RT 16 RW 5 Gang Masjid, Kelurahan TalangUbi Timur, Kecamatan Talang Ubi, menuai protes dari warga.

Warga menyebut, pemasangan jargas yang dikerjakan oleh PT Puncak Mas Utama (PMU) sebagai pihak ketiga tersebut menilai para pekerja proyek tidak profesional dan asal-aslan. Sebab, penggalian untuk penanaman pipa jaringan gas tersebut dilakukan justru di tengah lorong tempat warga berlalu-lalang.

Berita Sejenis

Warga Minta Jalan Lingkar Dibangun Lagi

Kejari PALI Bentuk Pos Pelayanan Hukum Di Desa

Tuntut PT Aburahmi Konversikan Lahan Plasma

1 daripada 9

“Koordinasi dengan pemerintah setempat saja tidak pernah. Mereka (pekerja) langsung gali-gali saja, tanpa memikirkan kenyamanan dan keselamatan warga. Seperti ini kan sangat tidak profesional dan asal-asalan kerjaannya. Ini sangat merugikan kami,” ungkap Ketua RW 5, Romi Suryadi dan didampingi Ketua RT 16, Amir Hamzah, Minggu (10/12).

Selain itu, Romi juga meminta kepada wakil rakyat yang duduk di DPRD dan Pemerintah Kabupaten untuk melakukan cross cek langsung ke lapangan. Pasalnya, warga menuding pengerjaan ini sangat teledor dan mengganggu masyarakat.

“Kami selaku pemerintah setempat meminta kepada DPRD dan Pemerintah untuk melihat langsung. Karena selain mengganggu ketertiban umum juga berbahaya bagi masyarakat yang berlalu-lalang. Karena jalan disini menjadi licin,” pintanya.

Wagira (53) salah satu warga setempat yang terkena imbasnya langsung akibat galian tersebut mengaku sangat kecewa dan menyayangkan pekerjaan jargas dilakukansecara sembrono.

“Biasanya kami lewat gang ini. Semenjak ada galian jargas ini, kami tidak pernah lewat sini lagi karena licin dan berbahaya untuk keselamatan. tanah bekas galian jargas tersebut dibiarkan saja. Jadi sangat merugikan masyarakat.” Pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Humas PT PMU), Verry mengaku jika memang ada sejumlah galian jargas yang dibiarkan terbuka. Hal itu dilakukan untuk mendeteksi adanya kebocoran pada sambungan line jargas.

“Prosesnya pemasangan segel dan pasang metring, lalu kita tutup dan kita semen pada galiannya. Kalau sekarang memang belum kita tutup agar mempermudah dalam melakukan pengecekan jika terjadi kebocoran pada sambungan,” ungkap Verry.

Sedangkan terkait tanah galian jargas yang menutupi lorong di RT 16 RW 5, Gang Masjid, Kelurahan Talang Ubi Timur, dirinya mengaku belum tahu. Verry berjanjiakan meninjau lokasi. “Kami (PT PMU) belum tahu kalau ada tanah galian yang menutupi jalan atau gang umum, nanti kita akan lihat kelapangan,” tukasnya. korankito.com/cr1//die