Bisa Dipercaya

Penyidik Kejari Lubuklinggau Tetapkan Dua Tersangka

-Kasus Korupsi Pembangunan Gedung AKN Muratara Masuki Babak Baru

Kepala Kejari Lubuklinggau, Zairida saat menyampaikan perkara kepada awak media. KORANKITO/DHIA.

Lubuklinggau- Usai melakukan pemeriksaan, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau akhinya menetapkan dua orang tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Akademi Komunitas Negeri (AKN) Kabupaten Muratara.

“Kasus AKN, kita menetapkan dua tersangka yakni MS selaku PPTK dan BR kuasa Direktur PT BRP. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya,” jelas Kepala Kejari Lubuklinggau Zairida saat gelar perkara, Jum’at (7/12) pagi.

Berita Sejenis

Dua Kasus Korupsi Yang Menonjol di Empatlawang

Kerugian Negara Capai Tiga Miliar

Rani Divonis DuaTahun Penjara

1 daripada 8

Ia menyebutkan, sejak mulai bergulirnya kasus tersebut pihaknya sudah memeriksa kurang lebih 30 orang saksi. Mulai dari Mantan Pj Bupati Muratara Agus Yudiantoro hingga Sekda Muratara Abdullah Matcik, beberapa waktu lalu.

“Total kerugian negara masih dihitung oleh pihak berkompeten. Namun, ketika penyelidikan kelebihan pembayaran senilai Rp194 juta sudah dikembalikan oleh pihak kontraktor ke kita dan sudah disetorkan ke kas negara,” ujarnya.

Tak hanya itu, Zairida menjelaskan pihaknya telah melimpahkan dua tersangka kasus dugaan korupsi kredit fiktif BNI tahun 2012 ke Pengadilan Tipikor Palembang.

Dua tersangka tersebut yakni Budiman SP dan Rendi yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).  Tersangka Budiman sebelumnya juga terlibat kasus dugaan korupsi revitalisasi perkebunan (repbun) di Kabupaten Mura.

“Ini perkara lama yang kita lanjutkan dan sudah ditemukan beberapa aset untuk disita,” tambahnya.

Selama 2017, pihak Kejari Lubuklinggau sudah melakukan pendampingan hukum terhadap 38 proyek diinstansi pemerintahan baik di Pemkot Lubuklinggau, Pemkab Muratara dan Pemkab Mura dengan total nominal proyek lebih kurang Rp 121 miliar. Korankito.com/dhia/depe.