Bisa Dipercaya

Pelajar SMP Dikeroyok Enam ABG

Nicolas saat ditemani ibunya membuat laporan di SPKT Polresta Palembang, kemarin. KORANKITO/CR2.

Palembang- Sial dialami Nicolas Beni Pratama (14). Remaja yang masih duduk dibangku sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 22 Palembang ini harus mengalami luka lebam usai dikeroyok segerombolan pemuda.

Pascakejadian itu, korban ditemani orangtuanya Betti Astuti mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Kamis (7/12) sekitar pukul 15.00, untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya.

Berita Sejenis

Vendor ATM Dianiaya Atasan

Sedih, Minta Putus Gadis Cantik Malah Dianiaya Kekasih

Terus-terusan Dimarahi, Anak Bacok Ayah Kandung

1 daripada 32

Korban menceritakan kejadiannya berawal ketika korban bersama temannya Andriansyah (14) mengendarai sepeda motornya dan melintas di Jalan Pakjo Ujung, Lorong Duku, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan IB I Palembang.

Saat dalam perjalanan, keduanya dihadang oleh enam anak baru gede (ABG) yang membawa senjata tajam (sajam) berbagai jenis. Kemudian, satu pelaku menabrakan sepeda motor korban dari arah belakang, hingga membuat pelajar ini terjatuh.

“Mereka langsung mengeroyok kami Pak. Satu orang pelaku saya kenal Pak, dia bernama RM. Meski saya sudah meminta ampun, mereka tetap mengeroyok saya,” ujar Nicolas ketika memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.

Beruntung, keduanya dapat meloloskan diri dari pemukulan tersebut. “Kami tidak ada masalah dengan mereka Pak. Saya tidak tahu mereka mengeroyok itu, gara-gara apa,” tambah Nicolas.

Ibu kandung korban Astuti mengungkapkan dirinya tidak mengetahui kejadian yang menimpa anaknya. Hanya saja, ia mendapatkan kabar Nicolas sudah dipukuli oleh kelompok pemuda lainnya.

“Saya tidak terima dengan perbuatannya. Mereka sudah memukul anak saya hingga menyebabkan korban luka-luka. Beruntung korban cepat melarikan diri, kalau tidak saya tidak tahu apa yang bakal terjadi selanjutnya,” tambah Astuti.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kabag Humas Iptu Syamsul membenarkan pihaknya sudah menerima laporan dari korban. “ Laporannya sudah kita terima,” singkatnya. Korankito.com/cr2/depe.