Bisa Dipercaya

Kepala Puskesmas 7 Ulu Jalani Pemeriksaan

Saksi saat menjalani pemeriksaan oleh petugas kepolisian. KORANKITO/CR2.

Palembang- Terkait kasus meninggalnya Jumiarni (9) siswi kelas dua  Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yayasan Al Hikmah warga Jalan Panca Usaha Lorong Palorpo, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, setelah mendapatkan imunisasi massal pada Jum’at (10/11) lalu kini kasusnya sedang ditangani oleh pihak kepolisian.

Untuk mengetahui penyebab kematian siswi tersebut, Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polresta Palembang memanggil Kepala Puskesmas 7 Ulu dr Rusnita beserta stafnya untuk dilakukan pemeriksaan, Rabu (7/12) siang.

Berita Sejenis

Bocah SD Meninggal Diduga Usai Imunisasi

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono melalui Kabag Humas Iptu Syamsul membenarkan, pihaknya memanggil beberapa saksi dari pihak puskesmas 7 Ulu terkait meninggalnya siswi MI tersebut.

” Ya, ada beberapa saksi yang sudah kita panggil untuk dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut, kita belum mengetahui permasalahannya apa dan masih lidik, ” katanya, Kamis (7/12) sore.

Ia menyebutkan,  pemangilan saksi-saksi ini berdasarkan laporan keluarga korban di Polresta Palembang. “Keluarganya sudah membuat laporan, maka dari itu kita panggil saksi-saksi terkait dan tidak menutup kemungkinan Dinas Kesehatan akan kita panggil untuk dimintai keterangan,”  ujarnya.

Dirinya menyebutkan, setiap pemeriksaan saksi-saksi yang dipanggil oleh pihaknya, saksi akan diberi beberapa pertanyaan seputar peristiwa tersebut. “Biasanya ada 12 pertanyaan yang ditanya, akan tetapi pertanyaan tersebut seputar kejadian yang terjadi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Jumiarni (9) siswi kelas 2 Madrasyah Ibtidaiyah (MI) Yayasan Al Hikmah, Gang Duren 7 Ulu Palembang ini, harus meninggal dunia setelah mendapat imunisasi massal dari tempat dirinya menimbah ilmu.

Setelah mendapatkan suntikan imunisasi tersebut, Jumiarni anak dari pasangan Meisyah (25) dan Juniarto (34) ini mengalami kelumpuhan, dan sempat dirawat di rumah sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP), namun nyawanya tak terselamatkan.

Diakuinya, ibunya sebelum kejadian tersebut. Anaknya dalam kedaan sehat. Setelah pulang dari sekolahnya Jumiarni pun masih terlihat bermain. Namun malamnya, kaki kiri Jumiarni tidak bisa digerakkan.

Melihat hal tersebut, dirinya langsung mendatangi pihak sekolah dimana anaknya mendapatkan imunisasi tersebut, untuk memberitahukan kondisi anaknya pasca mendapatkan imunisasi.

Melihat kondisi anaknya yang terus tak membaik, dirinya pun sempat mendatangi puskesmas 7 ulu dan oleh petugas dirujuk ke RSMP.

Selasa (14/11), sekiatr pukul 09.00, kondisi Jumiarni semakin parah dan  mengalami sesak napas, serta harus dibantu dengan oksigen untuk bernafas hingga akhirnya nyawa Jumiarni tak tertolong. Korankito.com/cr2/depe