Bisa Dipercaya

Janda 5 Anak Terima Program Bedah rumah

Lastri (kiri) saat menerima kunci rumahnya yang baru saja direvitalisasi oleh Pemkot Palembang melalui Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda. Foto/hms

Palembang – Lastri tak kuasa membendung airmatanya, saat Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda meresmikan rumah miliknya yang mendapatkan program bedah rumah. Tangisnya tumpah di bahu Wakil Walikota yang segera memeluknya.

Janda usia 42 tahun yang memiliki 5 orang anak ini, terharu atas kepedulian Pemerintah Kota Palembang yang telah melaksanakan program pro kerakyatan. Dia yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci ini tidak pernah membayangkan akan mendapat rumah layak huni.

Berita Sejenis

Juruparkir Cekoki Miras dan Perkosa Bocah SD

Kids Zaman Now Menguncangkan Dunia

Tim Satgas Lubuklinggau Cek Stok Jelang Natal

1 daripada 3.081

“Saya sangat terharu atas kepedulian ini. Terima Kasih Pemerintah Kota Palembang, terima kasih Pak Harnojoyo dan Ibu Fitri,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Sejak ditinggalkan suaminya 5 tahun yang lalu, Lastri otomatis menjadi tulang punggung keluarga. Ketika suaminya meninggal, Lastri sedang mengandung anaknya yang kelima, sementara anak tertuanya masih mengenyam pendidikan di tingkat SMA.

Dirinya mengaku bangga dengan warga di lingkungan sekitar rumahnya yang memiliki kepedulian kepada dirinya dan keluarga. Atas permohonan warga melalui ketua RT juga dirinya bisa mendapatkan rumah baru melalui program bedah rumah Pemerintah Kota Palembang.

“Sehari-hari saya bekerja sebagai buruh cuci. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saya juga berjualan kopi,” ujarnya.

Pada peresmian rumah baru program bedah rumah tersebut, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengucapkan terima kasih atas kepedulian warga terhadap Lastri sekeluarga. Menurutnya, apa yang dilakukan warga dan Pemerintah Kota Palembang merupakan wujud kebersamaan, kepedulian, serta kasih sayang terhadap sesama.

“Ini untuk mewujudkan visi misi Palembang Emas 2018 yang telah diprogramkan Pemerintah Kota Palembang. Pemerintah tidak ingin lagi ada rumah yang tidak layak huni dan lingkungan kumuh di Kota Palembang,” ujar Fitri.

Sementara itu Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palembang Saim Marhadan mengatakan, Ibu Lastri termasuk dalam yang berhak menerima zakat. Menurutnya, program bedah rumah ini berdasarkan usulan dari ketua RT 46 di tempat kediaman Ibu Lastri.

“Ini bentuk kepedulian Pemerintah Palembang melalui Baznas Kota Palembang. Biaya dari Baznas Kota Palembang sebesar Rp 46 juta,” ujarnya.

Berdasarkan usulan tersebut, Baznas menurunkan tim survei ke rumah Ibu Lastri. Dari hasil survei, rumah Ibu Lastri sangat tidak layak huni dan berhak menerima bantuan program bedah rumah.

Untuk membedah hingga menjadikan rumah tersebut menjadi layak huni, membutuhkan waktu sekitar 1 bulan. Kini rumah ukuran sekitar 5×6 dengan dua lantai tersebut telah rampung, dan telah ditempati Lastri dengan 5 anaknya. (Ril/ejak)