Bisa Dipercaya

Dicekoki Miras, ABG Digilir Tiga Pemuda

Tersangka saat digiring oleh peugas kepolisian. KORANKITO/DEPE.

Palembang- Rian Marully (18) tak menyangka harus berurusan dengan pihak kepolisian Polsek Sukarami Palembang, lantaran ulahnya yang memperkosa SA (18) kenalan barunya dari sosial media facebook.

Tersangka diringkus Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sukarami Palembang saat berada di kediamannya di kawasan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami Palembang, beberapa waktu yang lalu.

Berita Sejenis
1 daripada 16

Kepada petugas kepolisian, Rian mengaku saat melancarkan aksinya tidak sendirian. Melainkan bersama dua temannya yakni AL dan DY yang kini masih menjadi buronan aparat kepolisian.

Ia mengungkapkan, awal kejadiannya berawal ketika berkenalan dengan korban dari facebook. “Saya kenalan sekitar dua bulan yang lalu dan sudah bertemu sekali,” ujarnya saat gelar perkara di Mapolsek Sukarami, Kamis (7/12) siang.

Sebelum memperkosa korban, lanjutnya, ia mengajak korban menonton orgen tunggal di kawasan Talang Betutu bersama AL, DY dan satu orang wanita lainnya. “Kami berlima pergi nonton orgen itu Pak,” ungkapnya.

Saat menyaksikan hiburan itu, dirinya membeli minuman keras (miras) dan memaksa korban untuk meminumnya. “Kami juga minum bersama-sama Pak. Tapi tidak sampai mabuk, hanya dia (korban) yang mabuk,” jelas Rian.

Melihat korban sudah dalam keadaan teler, mereka membawa korban pergi ke bangsal batu bata yang berada tak jauh dari lokasi. “Pertama AL, yang kedua DY dan ketiga saya Pak. Sering nonton film porno, jadi kepengen,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Sukarami Kompol Rivanda melalui Kanit Reskrim Iptu Marwan mengatakan pihaknya sudah mengamankan tersangka berikut barang bukti plastik hitam yang dijadikan alas untuk memperkosa korban.

“Sebelum memperkos korban, mereka para pelaku memberikan miras terlebih dahulu. Setelah mabuk, korban dibawa ke bangsal batu bata dan diperkosa secara bergilir,” tegas Marwan ketika dimintai konfirmasi.

Marwan mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran kedua pelaku yang masih buron. “Identitasnya sudah kita kantongi, masih dalam pengejaran. Tersangka akan dikenakan Pasal 285 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara,” pungkasnya. Korankito.com/depe.