Bisa Dipercaya

Tahun Depan Siap-Siap Bayar Sekolah Rp1,4 Juta Sebulan

Cambridge jalan tercepat menjadikan pendidikan di Sumsel berkelas dunia

Rapat persiapan penerapan kurikulum Cambridge di ruang rapat Kadisdik Sumsel. foto/ejak

 

 

Berita Sejenis

Kids Zaman Now Menguncangkan Dunia

Tim Satgas Lubuklinggau Cek Stok Jelang Natal

Temani Cari Ponsel, Pelajar SMA Diperkosa

1 daripada 3.081

Palembang – Guna mewujudkan pendidikan di Sumatera Selatan (Sumsel) yang berkelas dunia, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumsel Widodo mulai menerapkan kurikulum Cambridge dibeberapa sekolah yang telah siap secara finansial dan akademik.

 

Dalam penerapannya pada tahun ajaran 2018/2019 mendatang, Widodo telah memilih dua sekolah menengah atas negeri (SMAN) 1 dan SMAN 17 Palembang, namun ada beberapa sekolah lain seperti SMAN 3 dan SMAN 6 Palembang serta SMAN di Kayuagung dan Lahat yang menyatakan dirinya siap untuk melaksanakan hal tersebut.

 

Widodo mengatakan, tantangan utama dalam pengimplementasian kurikulum Cambridge ini sendiri terletak pada dana operasionalnya yang tidak termasuk dalam pos anggaran Program Sekolah Gratis (PSG) maupun Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sehingga orangtua dan pihak sekolah harus bisa secara mandiri mengelola dan membayar biaya operasionalnya.

 

Maka dari itu, program ini diprioritaskan kepada siswa berprestasi yang berkecukupan secara finansial. Sementara bagi yang pra sejahtera juga akan disiapkan slot khusus. “Diperkirakan per bulan tiap siswanya harus mengeluarkan dana senilai Rp1,4 juta yang juga sudah termasuk biaya buku, modul paket, pelatihan dan lain sebagainya. Dan yang mahal itu bukunya,” kata Widodo seusai rapat persiapan penerapan Kurikulum Cambridge di ruang rapat Kadisdik Sumsel, Senin (4/12) siang.

 

Untuk itu, lanjut Widodo, sekolah-sekolah yang akan melaksanakan kurikulum Cambridge ini akan melakukan penerimaan siswa baru lebih cepat dari sekolah lainnya, dimana yang biasanya Juli baru mulai menerima kini pada Januari sudah mulai menerima dan seleksi masuknya. “Orangtua harus mendampingi anaknya yang mengikuti program ini. Sebab ini adalah kelas dunia. Kalau hanya sekolah sendiri yang melaksanakannya, tentu tidak akan berjalan,” ujarnya.

 

Di sekolahnya sendiri hanya akan ada 20-24 siswa dalam satu kelasnya agar lebih efektif dalam kegiatan pembelajarannya. “Jadi di sekolah itu akan ada dua kurikulum yakni nasional untuk kelas reguler dan Cambridge untuk kelas Cambridge,” imbuhnhya.

 

Selain itu, banyak keuntungan bagi siswa yang mengikuti program ini, yakni siswa akan bisa langsung masuk ke perguruan tinggi (PT) yang berafiliasi dengan Cambridge tanpa tes, kemudian dibebaskan 30 SKS mata kuliahnya serta mendapatkan beasiswa dunia. “Target kita akan menjangkau 20-30 PT terbaik di dunia,” harapnya.

 

Sementara keuntungan bagi pemerintah provinsi sendiri yaitu mampu mencetak SDM yang berkelas dunia yang diharapkan akan mengisi pos-pos penting dalam waktu 20 tahun yang akan baik ditingkat nasional maupun internasional.

 

Sementara itu Patner Cambridge Indonesia Juliana mengaku, pihaknya mengapresiasi apa yang tekah dilakukan oleh pihak Disdik Sumsel dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya. “Ini diharapkan dapat memberikan peluang bagi siswa di Sumsel untuk dapat belajar dengan lebih baik dan bersaing di dunia. Meski dengan biaya yang tinggi, tapi itu sebanding bahkan lebih murah jika harus mencari koneksi sendri untuk kuliah di PT luar negeri,” urainya.

 

Sedangkan untuk kurikulum Cambridge sendiri banyak kesamaan dengan kurikulum nasional, sehingga pihaknya optimis program ini akan berjalan dengan baik. Dan pelaksanaannya sendiri dijadwalkan pada Juli 2018 mendatang. “Untuk tesnya diutamakan mahir berbahasa Inggris dan matematika. Kesuksesan program tergantung komitmen orangtua siswa, siswa, guru dan pemerintah itu sendiri,” sambungnya.

 

Senada, perwakilan dari Putra Sampoerna Foundation Gina Gustan menambahkan, melalui program ini akan melibatkan fungsi guru bimbingan konseling (BK) untuk membuka canel kepada pemberi beasiswa di PT. “Tenaga pengajarnya ditentukan oleh kepala sekolah tergantung kapasitas dan kesesuainnya terhadap kurikulum ini. Sementara pada ujiannya nanti akan difokuskan di SMAN Sumsel yang sudah dinobatkan sebagai Asessment Cambridge,” bebernya. (ejak)