Bisa Dipercaya

Diduga Copet, Dua Kakak Beradik Diamankan Polisi

Kedua tersangka saat melancarkan aksinya. KORANKITO/IST.

Palembang- Diduga terlibat aksi copet didalam bus kota jurusan Kertapati-Ampera, membuat kakak beradik yakni Edo Pazuda (21) dan M Yusuf (20) diamankan anggota Sabhara Polresta Palembang, Jum’at (1/12) sore.

Berdasarkan data dihimpun, ulah keduanya berawal ketiak korban Gopar Apriansyah (17) warga Desa Lubuk Keliat, Kecamatan Keliat, Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang hendak pergi ke rumah temannya di kawasan Kecamatan Plaju Palembang.

Berita Sejenis

Dicopet Dalam Angkot, Uang Rp10 Juta Nyaris Raib

Copet Pasar 16 Ilir Tekapar Dipelor Petugas

Ponsel Pelajar Raib di Angkot

1 daripada 7

Dikarenakan bus kota jurusan Km12-Plaju sudah tidak ada lagi, korban bersama temannya pun menumpang bus kota jurusan Kertapati tersebut. Setibanya di seputaran Masjid Agung, Gopar sadar bahwa dompetnya sudah diambil teman Yusuf dan Edo.

Gopar menjerit copet, sehingga pelaku berjumlah lima orang panik. Satu orang pelaku, menodongkan pisau ke sopir agar tetap menyetir mobilnya. Sedangkan, kakak beradik ini menghalangi korban agar tidak mengejar temannya yang sudah turun.

Sopir yang melaju cukup kencang tiba-tiba berhenti mendadak. Hal itu membuat Edo dan Yusuf yang berdiri di pintu tengah dan belakang terpental keluar bus kota. Keduanya berhasil diamankan, namun sempat terlibat cekcok mulut dengan korban.

Mendapati adanya keributan, petugas dari Sabhara Polresta Palembang langsung tiba di lokasi dan mengamankan kedua ke Mapolresta Palembang guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Waktu saya mau kejar di dalam angkot bus kota, mereka berdua (Edo dan Yusuf) menahan langkah kaki saya, sehingga saya terjatuh. Memang benar, mereka terlibat aksi copet itu,” ujar korban memberikan keterangan kepada pertugas kepolisian.

KA SPKT Polresta Palembang Ipda Abdul Wahab membenarkan pihaknya sudah mengamankan pelaku. “Kita amankan mereka, usia beraksi di dalam bus kota. Kini masih imenjalani pemeriksaan, kalau terbukti bersalah akan dikenakan Pasal 363 KUHP,” ucapnya.

Sementara itu, kedua tersangka membantah telah melancarkan aksinya copetnya. “Bukan kami yang melakukannya. Pelakunya yang turun dan bernama Adi. Saya juga penumpang Pak, sama seperti mereka,” tutup warga Kecamatan Kertapati Palembang ini. Korankito.com/cr2/depe.