Bisa Dipercaya

Takut Dengan Kakak, Tarmizal Buat Laporan Palsu

Tersangka saat diamankan di Mapolsek Sekayu. KORANKITO/DEPE.

Muba- Berdalih takut dimarahi kakak kandungnya, lantaran uang Rp10 juta yang dititipkan padanya telah habis. Tarmizal (24) nekat membuat laporan palsu kepada pihak kepolisian Polsek Sekayu, Musi Banyuasin.

Akibat ulahnya itu, pemuda yang tinggal di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Sekayu. Setelah skenario perampokan yang dibuatnya berhasil dibongkar oleh aparat kepolisian.

Berita Sejenis

“Uangnya sudah habis untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saya Pak. Saya takut dimarahi kakak saya pak, karena uang itu miliknya,” ucap Tarmizal ketika dimintai keterangan oleh petugas kepolisian Polsek Sekayu.

Berdasarkan data dihimpun, tersangka melapor ke Polsek Sekayu, Rabu (29/11) sekitar pukul 21.00. Dimana Tarmizal mengaku pergi dari Palembang hendak pulang kerumahnya dengan mengendarai sepeda motor dan membawa uang Rp10 juta.

Setibanya di Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba, ia mengaku ditodong oleh dua orang dengan menggunakan senjata api. Tas yang berisikan uang tunai tersebut, berhasil dibawa kabur orang tersebut.

Kapolres Muba AKBP Rahmat Hakim melalui Kapolsek Sekayu AKP Hidayat Amin mengatakan, setelah menerima laporan dari tersangka pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat dilakukan olah TKP, terdapat beberapa kejanggalan. Oleh karena itu, anggota kita kembali melakukan pemeriksaan terhadapnya secara mendalam dan tersangka pun mengakaui kalau laporan itu tidak benar,” tuturnya, Kamis (30/11) siang.

Ia menambahkan, tas sebagai tempat membawa uang telah dibuang tersangka di Jembatan Desa Teluk. “Sudah kita amankan dan akan dikenakan Pasal 242 Ayat I KUHP dengan ancaman tujuh tahun,” tutupnya. korankito.com/depe.