Bisa Dipercaya

Serang Speedboat Jaipongan Ditetapkan Tersangka

Korban ketika dibawa ke mobil jenazah dan tersangka Kancil. KORANKITO/IST.

Palembang- Setelah dilakukan penyelidikan pascakecelakaan dua speedboat bermesin 200PK yang menyebabkan empat orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka di perairan Sungai Musi, Muara Kumbang, Kabupaten Banyuasin.

Direktorat Polairud Polda Sumsel menetapkan serang speedboat Jaipongan atas nama Nasir alias Kancil ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan tersebut.

Berita Sejenis

Melawan Arah, Ninja Hantam Honda Civic

Erick Tewas Setelah Tabrakan Dengan Truk

Hati-hati! Simpang Empat Angkatan 66 Macet Parah, Ini…

1 daripada 12

Hal ini diungkapkan Direktur Polair Polda Sumsel Kombes Pol Robinson Siregar melalui Kasubdit Gakkum AKBP Zahrul. Ia mengatakan, penetapan itu dilakukan setelah pihaknya melakukan rangkaian proses penyelidikan.

“Ada unsur kelalaian dari Nasir sebagai serang. Dimana dia menempatkan penumpang di atas speedboat. Seperti diketahui, korban Yusuf saat kejadian duduk diatas speedboat, sehingga ketika tabrakan langsung terpental,” jelasnya.

Selain pemeriksaan, pihaknya melakukan tes urine kepada tersangka Nasir agar mengatahui apakah dia dalam pengaruh minuman berakohol atau obat-obatan terlarang saat menyerangi speedboat maut tersebut.

Sedangkan, sambung Zahrul, serang speedboat Wawan Putra yakni Wawan masih belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan itensif di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, setelah mengalami luka cukup parah.

“Tersangka Nasir akan diancam Pasal 359 KUHP tentang kealpaan yang menyebabkan kematian orang lain dengan ancaman kurungan penjara lima tahun,” tambah Nasir ketika dikonfirmasi, Senin (27/11) siang.

Di sisi lain, setelah dilakukan pencarian selama dua malam. Tim SAR bersama Polairud Polda Sumsel akhirnya menemukan korban Supardi (30) yang meninggal dunia pascainsiden tabrakan tersebut, Minggu (26/11) sekitar pukul 23.00.

Jasad korban ditemukan mengambang berjarak 30 meter dari tempat kejadian perkara setelah terbawa arus yang cukup deras. Supardi pun langsung dibawa ke kamar jenazah RSBhayangkara Palembang.

“Korban Supardi ini memiliki satu anak. Dia kita kebumikan yang dekat dengan makam rekan-rekannya yang sebelumnya ditemukan sudah meningggal dunia,” ujar salah seorang keluarga korban.

Sementara itu, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Palembang Toto Mulyono mengatakan, posisi ditemukannya korban Supardi berdekatan dengan dua korban sebelumnya. Jasad korban ditemukan dengan kondisi mengambang atau terlentang.

“Jasad korban langsung kita bawa ke RS Bhayangkara. Ditemukannya korban atas nama Supardi, meruakan korban yang terakhir dari musibah tabrakan speedboat. Karena berdasarkan data yang kita terima, hanya tiga korban yang hilang dan semuanya sudah ditemukan dengan kondisi meninggal dunia,” jelas Toto. Korankito.com/depe.