Bisa Dipercaya

Jasad Yupir Akhirnya Ditemukan Mengapung

Jasad korban saat dievakuasi dari sungai. KORANKITO/DHIA.

Muratara- Yupir, buronan anggota polisi Musirawas yang ditembak di dalam sungai saat penggerebekan di Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) akhirnya ditemukan, Rabu (22/11) siang.

Korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa setelah sembilan hari menghilang. Kondisi tubuhnya mulai membengkak dan mengapung terbawa arus Sungai Rawas hingga ke perbatasan Desa Karang Anyar dengan Desa Karang Warung.

Berita Sejenis
1 daripada 10

Salah satu warga Desa Karang Anyar yang ikut melakukan pencarian Reksi (20) mengatakan, penemuan itu berawal dari salah satu warga yang hendak pergi kekebun.  “Dia melihat ada mayat yang mengapung-apung dalam keadaan tertelungkup,” jelasnya.

Karena tidak berani membawanya. Warga tersebut memberitahukan kepada pihak keluarga Yupir serta warga desa lainnya. Usai menerima informasi itu, Tim Tagana dan Tim BPBD Kabupaten Muratara langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.

“Pertama kali ditemukan bagian bokongnya saja yang keluar ke permukaan air. Sedangkan bagian lainnya, masih terendam air. Saat ditemukan keadaan tertelungkup tidak menganakan baju,” ucap Reksi ketika dimintai konfirmasi.

Ia mengatakan, kondisi mayat tidak mengeluarkan bau busuk. Hanya saja bagian perutnya sudah mengembung, bahkan kepala tidak lagi memiliki rambut. “Pas kami angkat, ada bekas luka tembak di kepalanya sebelah kiri,” tambah Reksi.

Namun, bagian wajah dan dada mayat Yupir sudah mengelupas kemungkinan karena sudah lama berada dalam air sehingga dimakan ikan atau sejenisnya. “Badannya sudah mulai mengelupas, mungkin karena terlalu lama di dalam air,” jelasnya.

Sedangkan, Junaidi orangtua Yupir berterima kasih banyak kepada warga dan tim dari pemerintah yang ikut melakukan pencarian selama sembilan hari ini. “Masyarakat sudah banyak membantu, kita tidak ingin merepotkan lagi, selesai jenazah ini dimandikan di Rumah Sakit akan dibawa pulang langsung dikebumikan,” katanya singkat.

Sememtara itu, Camat Rupit Gusti Rohmani membenarkan jenazah Yupir sudah ditemukan, pihaknya selaku pemerintah berterima kasih kepada warga dan tim yang terlibat dalam pencarian.

“Kondisi mayat sudah membengkak dan busuk karena sudah sembilan hari dalam air, sehingga kita sudah mengkonfirmasi kepihak keluarga ingin dibawa pulang dan langsung mengurus penguburannya atau dibawa ke Lubuklinggau,” katanya.

Akhirnya Jenazah Yupir dibawa ke Rumah Sakit Lubuklinggau untuk dimandikan setelah itu dibawa ke rumah duka dan mengurus perlengkapan penguburannya. “Mayat dibawa ke Linggau untuk di mandikan karena di Rumah Sakit Rupit tidak ada fasilitas pemandian jenazah dan pihak keluarga tidak sanggup memandikannya,” ujar Gusti. Korankito.com/dhia/depe.