Bisa Dipercaya

Pengajuan Keringanan Pajak Ditangguhkan Pemkot

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Palembang Agus Kelana. foto/ejak
Palembang – KORKIT
Berita Sejenis
1 daripada 3.361
Beberapa pengajuan untuk keringanan pajak dan retribusi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang nampaknya harus ditangguhkan, ini lantaran pengajuan tersebut masih belum melengkapi prosedur yang ada. Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Palembang Agus Kelana mengatakan, beberapa pengajuan keringanan tersebut salah satunya dari RS Muhammadiyah Palembang.
“Pemohon pajak dan retribusi seperti harus bersabar untuk mendapat keringanan. Sebab,  pengajuan keringanan belum dapat dikabulkan. Salah satunya RS Muhammadiyah yang meminta keringanan pajak IMB. Sayangnya,  yang mengajukan belum mengurus IMB sehingga besaran pajak IMB belum diketahui. Bagaimana kami ingin memberikan keringanan,  kalau pemohon belum mengurus IMB ke PUPR,” tukasnya, usai melakukan rapat mengensi keringanan pajak dan retribusi, Selasa (21/11).
Menurut Agus, tidak semua wajib pajak menerima keringanan. Ada kriteria jenis bangunan yang bisa dan belum bisa diberikan keringanan.  Diutamakan bangunan sosial,  bukan komersil seperti RS, yang melayani pasien jamsoskes, KIS dan BPJS Kesehatan. “Keringanan ini dilakukan oleh tim pemberian keringan, pengurangan dan pembebasan,” jelasnya.
Sedangkan dalam pengajuan lainnya untuk keringanan pajak dan retribusi ini, lanjutnya, seperti keringanan pajak biaya perolehan atas tanah dan bangunan (BPATB) mushola sudah diatur dalam Undang-undang (UU) dan Perda jika rumah ibadah memang dibebaskan perolehan hak atas tanah dan bangunan.  “Untuk pengajuan BPATB mushola,  tentunya langsung dibebaskan,” ungkapnya.
Sementara, untuk pengajuan retribusi video tron yang berada di Simpang Polda, ini juga belum dikabulkan karena masih ada prosedur yang belum lengkap. “Ada juga yang untuk keringanan biaya sewa lapangan Kamboja yang diajukan oleh sekolah yang siswanya anak yatim juga belum diberikan. Karena masih belum melengkapi persyaratan,” jelasnya. (rika/ejak)
Wari