Bisa Dipercaya

Diejek, Dua Pelajar SMA Keroyok Mahasiswa

Dua pelaku pengeroyokan yang masih di bawah umur saat di bawa oleh pihak kepolisian. Foto/cr2

Palembang- Tak terima karena telah diejek saat melakukan latihan beladiri tapak suci di Kampus Universitas Negeri Islam (UIN) Raden Fatah Palembang, membuat dua pelajar nekat melakukan aksi pengroyokan terahdap korbannya Afri (19) mahasiswa semester III jurusan Ilmu Komunikasi, Rabu (1/11) malam.

Akibat kejadian tersebut, korban warga Desa Sukomoro, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, mengalami sakit dibagian kepala akibat terkena double stik.

Berita Sejenis

DPO Curas Diciduk Saat Tidur

Arena Dadu Kuncang Digerebek Polisi

Copet Pasar 16 Ilir Tekapar Dipelor Petugas

1 daripada 40

Kedua pelajar tersebut yakni, BS warga Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Pulau Gadung, Kecamatan Sukarame, dan temannya OA (16), warga Jalan Naskah II, Kecamatan Sukarame, Palembang. Keduanya harus diamankan petugs kepolisian.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, petugas pun mengeladangnya ke Mapolresta Palembang berikut barang bukti double stik dan pedang untuk latihan.

Dari Informasi yang himpun, keributan yang terjadi antara dua pelajar dan mahasiswa tersebut terjadi pada Rabu, (1/11), sekitar pukul 18.00, di area kampus UIN Raden Fatah Palembang.

Dimana saat itu, kedua terlapor mengikuti kegiatan bela diri tapak suci. Saat mereka sedang latihan, melintas korban dihadapan terlapor sambil mengejek terlapor BS yang sedang melakukan atraksi memainkan trisula.

“Saya sedang latihan Pak, kemudian dia (Afri) melintas lalu mengejek-ngejek saya Pak, sambil mendengar eat,eat, eat, jujur Pak saya tak terima,” katanya saat ditemuin di Mapolresta Palembang. Kamis (2/11) siang.

Merasa tak senang dengan apa yang dikatakan oleh korban, lantas membuat terlapor pun langsung mendatangi Sekret korban yang berada di kampus UIN yang tak jauh dari terlapor latihan sambil membawa pedang latihan.

“Begitu datang aku langsung nanyo Pak, ngapo maksud kakak itu ngomong cak itu, dan terjadilah keributan, aku memukulnya dengan menggunakan double stik kemudia dia (korban) memukul aku satu kalai,” akunya.

Diakuinya, dirinya tak melakukan pengeroyokan seperti apa yang dikatakan oleh korban. “ Kami (BS dan OA) tidak melakukan pengeroyokan Pak, saya yang malah dikeroyok oleh mereka karena di Sekrednya itu ramai,” ungkapnya.

Ketika ditanya, perihal pedang yang dibawa oleh rekan korban. BS pun mengatakan kalau pedang itu tidak tajam, “ Itu untuk latihan dan untuk menakuti-nakuti saja Pak,” kilahnya.

Sedangkan korban, Afri ketika ditemui di Polresta Palembang, mengaku kalau dirinya tidak mengejek kedua pelajar tersebut yang sedang melakukan latihan tapak suci.

“Saya hanya lewat Pak, pulang dari rapat di kampus. Akan tetapi mereka menuduh saya mengejek dia,” katanya.

Merasa tak senang dengan apa yang telah dilakukan oleh kedua pelajar tersebut, korban membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang. “ Saya tak terima Pak, dan berharap dapat diproses secara hukum,” terangnya.

Sementara, Kasat Intelkam Polresta Palembang Kompol Mario Ivanry didampingi Kapolsek Kemuning AKP Robert Siombing mengatakan, mendapati adanya laporan aksi tawuran yang terjadi di kampus UIN Raden Fatah Palembang, pihaknya pun langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan ceat agar tak meluas.

“Adanya aksi tawuran tersebut, kita langsung mendatangi TKP dan langsung mengamankan kedua pelaku, yang masih berstatus pelajar,” Katanya. Kamis (2/11).

Lanjut Mario, untuk kedua pelaku hingga kini masih dalam pemeriksaan petugas dan dimintain keterangan perihal kejadian tersebut, guna untuk penyelidikan lebih lanjut, “ Kedua orang tuanya akan dipanggil, terkait dengan aksi yang dilakukan oleh kedua pelajar ini,” pungkasnya. Korankito.com/CR2/depe