Gol Dianulir, Sriwijaya FC Kalah Tipis

 

KALAH – Pemain Sriwijaya FC saat berusaha melewati pemain Bali United dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion I Sayan Dipta Gianyar, Senin (30/10). Sriwijaya FC harus mengalami kekalahan 3-2 atas Bali United dan masih terpuruk di papan bawah mendekati zona degradasi. FOTO:ISTIMEWA

Bali-Bali United merebut puncak klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2017. Keberhasilan ini didapat usai mengalahkan Sriwjaya FC dengan skor 3-2. Berlaga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (30/10), boleh dikata Sriwijaya FC kurang beruntung di kandang lawan.

Berita Sejenis
1 daripada 2

Laga ini juga ditandai dengan pecahnya rekor 17 tahun milik Peri Sandria yang membela Bandung Raya pada Liga Indonesia 1994.

Tanda-tanda pecahnya sejarah dilakukan Comvalius, dimulai dengan gol penaltinya ketika laga berlangsung baru memasuki menit kedua. Setelah Muhammad Taufiq menambah keunggulan di menit ke-14, Comvalius mencetak gol ke-35 yang melewati rekor 34 gol Peri Sandria di menit ke-37.

Meski demikian, Sriwijaya tak membiarkan tuan rumah bersorak sendirian. Di babak kedua, Marckho Sandy Merauje dan Alberto Goncalves menggedor gawang Bali di menit ke-49 dan ke-62.

Namun, Serdadu Sridatu – julukan Bali United– bertahan untuk menjaga kemenangan yang sudah berada di depan mata. Tambahan waktu empat menit sama sekali tak mengubah situasi.

Bermain di depan publik sendiri, membuat Bali United tampil menekan sejak kick off babak pertama dimulai. Alhasil, serangan cepat skuad Serdadu Tridatu gagal diantisipasi barisan belakang SFC, sehingga Yanto Basna harus melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti.

Sylvano Comvalius yang dipercaya menjadi algojo penalti, sukses mengecoh penjaga gawang Laskar Wong Kito yang dijaga Teja Paku Alam, skor pun berubah 1-0 untuk keunggulan Bali.

Unggul satu gol, membuat Bali tampil semakin percaya diri dan terus menggempur jantung pertahanan SFC. Di menit ke-13, anak asuh Widodo Cahyono Putro yang merupakan eks pelatih SFC, mampu memperbesar keunggulan melalui tendangan keras Taufik dari luar kotak pinalti yang tak mampu dijangkau Teja.

Pemain depan Bali United Comvalius kembali mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-37. Mendapatkan umpan silang dari Stefano Lilipaly, pemain kelahiran Belanda itu tak menyia-nyikan peluang emas, tendangan melengkungnya mampu merobek gawang SFC.

Bali terus-terusan memborbadir lini belakang SFC yang dikawal Bio Pualin dan M Roby. Namun, hingga wasit Toriq meniupkan pluit usai babak pertama, skor 3-0 tidak berubah untuk keunggulan tim kebanggan masyarakat Bali.

Memasuki babak kedua, SFC yang tak ingin dipercundangi begitu saja langsung menggebrak barisan pertahanan Bali. Alhasil dimenit 49, skuad asuhan Hartono Ruslan memperkecil ketertinggalan melalui tendangan keras bek sayap Marcho Sandy Merauje.

Gol Marcho, tampaknya memberikan suntikan motivasi bagi timnya. Pemain depan Alberto ‘Beto’ Goncalves mampu merobek gawang Bali United di menit ke-62. Beto mendapatkan bola liar setelah tendangan Tijani gagal diantisipasi Wawan Hendrawan dengan baik.

Skuad kebanggaan masyarakat Sumsel bisa saja menyamakan kedudukan, hanya saja gol dari pemain depan Hilton Moreira di menit ke-66 dianulir wasit, setelah pemain berkebangsaan Brasil tersebut telah berdiri di posisi offside.

Kedua tim terus jual beli serangan hingga usai pertandingan. SFC akhirnya harus mengakui keunggulan Bali United dengan skor 3-2. Kemenangan ini membuat Bali bertengger di puncak klasemen dengan 62 poin, sedangkan SFC tetap di peringkat 14 dengan 38 poin.

Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Hartono Ruslan merasa kecewa atas keputusan wasit yang menganulir gol ketiga dari Hilton yang seharusnya berakhir dengan skor imbang.

“Saya melihat pertandingan kali ini sangat bagus. Saya menilai, hasil akhir wajarnya seri, karena gol yang terjadi merupakan hasil bola-bola skimic. Jadi yang dikatakan offside bagaimana. Saya tidak bisa menilai wasit, karena wasit itu mempunyai kuasa. Mau gimana lagi, saya pun tidak bisa berkata apa-apa,” ujar Hartono.

Diakui pelatih berlisensi AFC ini, di babak pertama, anak asuhnya itu memang belum beradaptasi dengan formasi baru sehingga wajar saja jika sering terjadi miskomunikasi antara pemain. Namun di babak kedua, ada beberapa koreksi dan para punggawa SFC bisa mengembangkan permainan walaupun tidak bisa menyamakan kedudukan.

“Sebenarnya jelang pertandingan melawan Bali, kita merombak formasi baru, sehingga pemain kurang beradaptasi. Tapi babak kedua saya jelaskan, mereka akhirnya mengerti dan permainan jadi sedikit berkembang, walaupun hasil akhirnya mengecewakan tetapi setidaknya pemain sudah berusaha untuk tampil maksimal dan saya hargai itu,” tuturnya.

Sementara itu, Pelatih Kepala Bali United, Widodo C Putro mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang telah mati-matian bekerja keras di lapangan sehingga dapat meraih poin penuh.

“Kemenangan ini kita patut syukuri . Terimakasih atas kerja keras pemain dan juga para suporter Bali United yang terus memberikan semangat kepada kami. Di babak pertama kami sudah menguasai pertandingan, tapi babak kedua diluar perkiraan. Sriwijaya FC menyerang lebih banyak dan kami sedikit kehilangan konsetrasi. Makanya saya kasih tempo dan menambah beberapa gelandang di pertahanan agar skor tidak bertambah,” pungkasnya. korankito.com/nisa/die

Susunan Pemain :

Bali United (4-2-3-1): Wawan Hendrawan; Ricky Fajrin, Agus Nova, Ahn Byung Keon (Abdul Rahman 46′), I Made Andhika Pradana; Fadil Sausu, Nick Van Der Velden (Hasim Kipuw 70′); Muhammad Taufiq, Stefano Lilipaly, Irfan Bachdim; Sylvano Comvalius. Pelatih: Widodo Cahyono Putro.

Sriwijaya FC (3-4-3): Teja Paku Alam; Yanto Basna, Bio Paulin, Achmad Faris (Airlangga Sucipto 78′); Muhammad Roby, Marckho Sandy Merauje, Yoo Hun Koo, Tijani Belaid; Muhammad Nur Iskandar (Slamet Budiono 58′), Hilton Moreira, Alberto Goncalves. Pelatih: Hartono Ruslan.

AN