Pasal Main Kelereng, Ricky Dianiayai Orangtua Teman

Korban Ricky Dwi Saputra (13) didampingi orangtuanya Puad (50) saat melapor ke SPKT Polresta Palembang. Foto/depe

Palembang- Kekerasan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi. Kali ini, menimpa Ricky Dwi Saputra (13), pelajar sekolah menengah pertama (SMP) yang harus mengalami luka memar di sekujur tubuh usai dianiaya oleh orangtua temannya sendiri berinisial EI.

Tak terima dengan yang didapat oleh anaknya, orantua korban Puad (50), mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang untuk melaporkan EI, yang diduga sudah menganiaya anaknya hingga luka lebam.

Kepada petugas kepolisian, korban yang didampingi orangtuanya mengatakan kejadiannya berawal ketika ia bersama anak terlapor IY (13) sedang bermain kelerang di halaman sekolahnya, Sabtu (21/10) sekitar pukul 10.00.

Korban pun terlibat selisih paham dengan dengan anak terlapor. Mendapati hal tersebut, IY pulang ke rumah di kawasan Kelurahan I Ulu, Kecamatan SU I Palembang, untuk mengadukan keributan yang dialaminya kepada orangtuanya.

Menerima laporan itu, EI naik pitam dan langsung mendatangi korban yang saat itu masih berada di halaman sekolahnya. Terlapor marah-marah dengan Ricky serta memukulinya sebanyak lima kali menggunakan tangan kosong.

“Dia (terlapor) memukul saya pak dengan tangan kosong, di kepala dan muka. Saya tidak tahu masalahnya, dia datang langsung marah-marah serta memukul saya,” kata korban memberikan keterangan kepada petugas kepolisian.

Ditambahkan Fuad, dirinya tidak senang dengan perlakuan kasar yang dilakukan terlapor kepadanya anaknya. Oleh karena itu, ia berharap kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjuti laporannya dan terlapor dihukum.

“Jelas, saya tidak senang pak. Saya saja tidak pernah memukuli anak saya, dia malah seperti itu. Harapan saya dengan adanya laporan ini, dia segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tambah Fuad.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban dan akan segera diproses. “Sudah kita terima, tentunya akan ditindaklanjuti. Korban juga sudah kita minta untuk visum,” singkatnya. Korankito.com/depe