Tidak Lama Lagi, Belajar Matematika Menggunakan Gadget

Suasana pembukaan IT- Based Mathematics Learning MGMP matematika jenjang SMP se-Kota Palembang. Foto/ejak

Palembang-Guru matematika jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Palembang bakal gunakan Informasi dan Teknologi (IT)  seperti gadget dan laptop dalam kegiatan pembelajarannya.
Program ini merupakan imbas dari Memorandum of Understanding (MoU) yang disepakati Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) matematika jenjang SMP di Kota Palembang dengan The Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for the Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (SEAMEO QITEP) in Mathematics pada 2014 silam.
Koordinator penyelenggara kegiatan pelatihan IT- Based Mathematics Learning MGMP matematika jenjang SMP se-Kota Palembang Nurjanah mengatakan, untuk Kota Palembang baru MGMP matematika saja yang menandatangani SEAMEO QITEP dan untuk pelatihannya termasuk terbanyak dari kabupaten/kota lainnya dengan jumlah 40 guru matematika dari SMP negeri dan swasta.
Ia menjelaskan, salah satu implementasi MoU Kota Palembang dengan Seameo Qitep In Mathematic di Jogja pada 2014-2020 tentang pengembangan diri, dan tiap tahunnya untuk guru-guru akan diberikan berbagai pilihan materi setiap penyelenggaraannya. “Pada 2014 silam kita gelar Lesson Study, untuk 2015 ada Realistic Mathematics Education dan pada 2017 ini kita laksanakan IT Based Mathematics Learning dengan tujuan semua guru matematika jenjang SMP di Kota Palembang dapat menggunakan IT dalam kegiatan belajar mengajarnya (KBM),” katanya disela kegiatan.
Kegiatan ini sendiri, lanjut Nurjanah, berlangsung sejak 23 – 28 Oktober mendatang, dimana dua hari terakhir pelatihan para peserta akan melakukan praktik pembelajaran matematika menggunakan IT tersebut. “Saat ini bagaimana cara kita men-set pembelajaran matematika berbasis IT dengan berbagai aplikasi yang tersedia seperti Google Classroom, Geo Gebra dan lain sebagainya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disnas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang Ahmad Zulinto mengatakan, ini merupakan pembelajaran abad 21 dimana guru minimal sudah menggunakan gadget/laptop dan infokus dalam pembelajarannya. “Guru wajib meningkatkan kompetensinya, baik pendagogik dan akademiknya,” terang Zulinto seusai membuka IT-Based Mathematics Learning di SMPN 1 Palembang, Senin (23/10).
Selain itu, Zulinto menambahkan, pihaknya akan menganggarkan dana sebesar Rp350 juta untuk 10 MGMP pada 2018 mendatang. Sebab selama ini, program MGMP kebanyakan berdasarkan swadana dari guru tersebut. “Sebelumnya belum dianggarkan. Dengan dianggarkan ini kami berharap bisa meringankan beban guru,”pungkasnya. (korankito.com/ejak)