Duh! Diduga Maling Sawit, Zulkarnain Tewas Tertembak Oknum TNI

Korban Zulkarnain dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi, Jumat (20/19). Fot/adi

Palembang- Diduga mencuri buah sawit, Zulkarnain (32) warga Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin meregang nyawa setelah mendapat tembakan dari oknum anggota TNI di PTPN VII, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin Kamis (19/10) sekitar pukul 19.30.

Berdasarkan informasi, Zulkarnain bersama seorang temannya D (DPO) mencuri dua tandan buah sawit di kawasan perkebunan PTPN 7. Saat pelaku hendak melarikan diri, kedua pelaku dipergoki oleh sepuluh orang anggota patroli Satgas Gabungan Pengamanan PTPN VII.

D berhasil melarikan diri dari kejaran petugas sedangkan Zulkarnain berhasil dikepung. Namun saat hendak diringkus, pelaku melawan dengan menendang petugas serta mengayunkan senjata tajam jenis parang.

Anggota satgas pun melontarkan tembakan ke udara untuk peringatan, namun Zulkarnain masih melawan. Anggota Satgas Pam yang disinyalir juga merupakan anggota TNI pun akhirnya menembak paha kanan Zukarnain untuk melumpuhkannya.

Zulkarnain sempat dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkam pertolongan medis. Namun Zulkarnain kehabisan banyak darah sehingga meregang nyawa. Jenazahnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang untuk keperluan visum dan otopsi.

Kadir (27), adik ipar korban saat dimintai keterangan di RS Bhayangkara mengatakan, sebelum meninggal korban sempat pamit dengan istrinya Misrianti untuk pergi mancing sekitar pukul 17.30. Korban pergi berdua dengan rekannya, D, menuju ke wilayah perkebunan sawit yang lokasinya sekitar dua kilometer dari kediaman korban.

“Kata D, pas di tempatnya mereka berpencar cari kodok sebagai umpan pancing. Saat nyari kodok itu, terdengar suara tembakan. Ternyata kakak ipar aku ditembak aparat pakai senjata laras panjang. Jumlahnya ada 10 orang,” kata Kadir yang mengetahui kronologis dari D.

Dari pengakuan D juga, dikatakan Kadir, kalau sewaktu kejadian dia mendengar suara tembakan hanya satu kali. Sementara dari pengakuan warga sekitar, menyebutkan kalau suara tembakannya ada dua kali.

“Waktu itu D langsung lari karena takut,” ungkapnya didampingi istri korban yang tampak masih syok dan enggan berkomentar.

Dikatakan, setelah itu korban diantar aparat ke Puskesmas terdekat. Namun saat diperiksa petugas medis tidak ditemukan proyektil peluru, yang ada hanya luka menganga di paha kanan bagian dalam. Selebihnya, tidak ada luka ataupun lebam di tubuh korban.

Menurut Kadir, sepengetahuannya korban tidak ada masalah, karena kesehariannya bekerja sebagai penyadap karet di kebun miliknya sendiri.

Sementara itu, Kapolres Banyuasin AKBP Yudi Surya Markus mengungkapkan, kasus ini tengah diselidiki dengan memanggil saksi-saksi. Sementara anggota TNI yang melakukan penembakan diserahkan ke Denpom.

“Informasinya pelaku melawan karena tepergok mencuri sawit. Anggota TNI menembak setelah mendapat perlawanan, tapi sudah ada tembakan peringatan,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, petugas masih memburu satu pelaku lain. Barang bukti yang diamankan sejumlah sawit hasil pencurian. “Semuanya masih lidik, kita kumpulkan barang bukti dulu,” pungkasnya. Korankito.com/adi/depe.