Mabuk ‘Tuak’, Andi Habisi Nyawa Juruparkir

Randi Yuspian alias Andi (23) ketika diringkus oleh Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang. Foto/cr2

Palembang- Setelah melakukan penyelidikan dan pengintaian selama dua minggu, Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang berhasil mengamankan Randi Yuspian alias Andi (23), tersangka kasus pembunuhan terhadap Zulkarnain (28) juruparkir yang ditemukan tewas di kawasan Pasar 16 Ilir, Kecamatan IT I Palembang,  beberapa waktu yang lalu.

Tersangka diringkus saat bersembunyi di rumah kosong yang berada tak jauh dari kediamannya Jalan dr M Isa, Kecamatan IT II Palembang, Kamis (19/10) dini hari. Bahkan, ia pun terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, lantaran melawan dan mencoba kabur ketika ditangkap oleh anggota kepolisian.

Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka pun digelandang ke Mapolresta Palembang berikut barang bukti berupa senjata tajam (sajam) jenis pedang yang digunakan membacok korban serta jaket switter milik tersangkan yang ia kenakan saat melancarkan aksinya tersebut.

Ditemui di ruang piket Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang, tersangka Andi mengakui perbuatannya. Ia mengatakan, sebelum peristiwa berdarah tersebut, dirinya bersama korban sedang menongkrong sambil mengkonsumsi minuman keras (miras) jenis tuak. Tak lama kemudian, korban Zulkarnain menantang tersangka untuk berkelahi.

“Iya pak, saya yang melakukannya. Sebelum kejadian, kami sedang minum tuak dan dia menantang saya. Katanya, ngapain lihat-lihat, tidak senang apa,” jelas tersangka sambil tertunduk malu saat diwawancarai oleh awak media.

Dikarenakan dalam keadaan pengaruh miras, Andi naik pitam sehingga pulang ke rumah dengan menggunakan sepeda motornya untuk mengambil sajam pedang dan kembali lagi ke tempatnya menongkrong. Namun, saat itu dirinya melihat korban sudah tidak ada lagi,  tersangka pun berkeliling mencari  keberadaan Zulkarnain.

“Saya cari dia (korban) pak, pas ketemu langsung dibacok hingga korban tersungkur. Saat melakukannya saya tidak sendirian, melainkan dibantu oleh RK, dia (RK) juga menusuk korban. Saya baru kenal dengan RK, waktu minum tuak malam itulah pak,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan setelah menerima laporan dari keluarga korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan satu orang pelaku saat berada tak jauh dari kediamannya. “Karena saat melawan dan berusaha kabur, terpaksa kita ambil tindakan tegas,” katanya.

Diakuinya,  masih akan melakukan pengembangan dan penyelidikan untuk menangkap pelaku lainnya. Saat ini tersangka sudah mendekam di sel tahanan Mapolresta Palembang guna untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,  “Identitas pelaku lainnya sudah kita kantongi, akan kita kejar. Kita jerat dengan Pasal 170 dengan hukuman diatas 5 tahun pidana,”  tegasnya. Korankito.com/CR2/depe