Gubernur Minta Jalan Noerdin Pandji Segera Diperbaiki

Kondisi Jalan Noerdin Pandji beberapa waktu yang lalu.dok

Palembang – Penyetopan pengerjaan proyek Pembangunan Pipa Gas Grissik-Pusri (PGGP) dan PLN, yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di kawasan Jalan Noerdin Pandji mendapat tanggapan langsung Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Diapun meminta jalan tersebut segera diperbaiki, mengingat saat ini kerusakan yang terjadi sudah mengenai geotekstil.

Dalam audiensi Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin bersama PT Pertamina Gas   (Pertagas), di Griya Agung Rabu (18/10) tertuang bahwasannya geotekstil sendiri merupakan lembaran sintesis yang tipis, fleksibel digunakan untuk stabilisasi dan perbaikan tanah merupakan cara modern untuk perkuatan tanah rawa.

Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin bersama PT Pertamina Gas (Pertagas), di Griya Agung Rabu (18/10)

Oleh sebab itu Alex menyesalkan adanya penggalian yang tidak sesuai dengan rekomendasi yang sudah ada. Atas dasar itu pula dia meminta pihak pertagas untuk bertanggung jawab dalam masalah ini. Menurutnya kerusakan geotekstil tersebut sangat tidak diharapkannya.

“Dalam waktu singkat jalan ini hancur dan airnya naik lagi. Jadi apapun kerusakan yang disebabkan oleh kontraktor Pertagas harus diperbaiki,” ungkapnya

Alex menuturkan, pengerjaan jaringan utilitas setidaknya harus berada 6,5 meter paling minimal dari bahu jalan, bukan 0,5 meter dari bahu jalan. Ke depan dia juga menghimbau pihak Pertagas berkoordinasi terus menerus terkait pengerjaan proyek ini.

“Peringatan ini bukan main-main, perbaiki yang rusak, silahkan lanjutkan sesuai tekhnis yang seharusnya,” tegas Alex.

Sementara itu, General Manager PT.PLN Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (WS2JB), Daryono mengatakan, terkait pengerjaan jaringan utilitas PLN di Jalan Noerdin Pandji, pihaknya telah mengirimkan surat secara resmi ke Pemerintah Provinsi Sumsel dan sudah bertemu langsung Gubernur Alex Noerdin membahas permasalahan tersebut.

Menurutnya, untuk pengerjaan yang sudah dilakukan berupa lubang galian akan segera di tutup kembali dan di perbaiki seperti sebelumnya. Kemudian, pada pengerjaan selanjutnya akan di koordinasikan bersama dinas terkait sehingga tidak lagi menimbulkan masalah.

“Lubang-lubang yang sudah tergali karena pengerjaan kemarin akan segera kita tutup kembali dan di perbaiki, bahkan diperbaiki lebih bagus dari sebelumnya,” terang Daryono.(korankito.com/hms/mbam)